Asuransi Jiwa Untuk Orangtua, Perlukah ?

Asuransi jiwa untuk orangtua, perlu gak ya ? Pertanyaan ini beberapa kali muncul dan ditanyakan kepada saya sebagai seorang Certified Financial Planner. Perlu gak ya asuransi jiwa untuk orangtua ? Jawabannya sederhana yaitu tergantung tujuannya untuk apa dulu. Kalau melihat konsep asuransi maka bisa saja tidak diperlukan karena toh orangtua kita sudah tidak ada tanggungan secara ekonomis lagi kalau meninggal dunia.

Tapi kalau melihat sisi sudut pandang yang lain masih diperlukan. Untuk apa ? Untuk warisan kepada anak yang ditinggalkan, jadi asuransi jiwa untuk orangtua masih dianggap perlu kalau bertujuan untuk warisan.

Bagaimana kalau asuransi lain seperti asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis ? Perlukah untuk orangtua ? Kalau untuk asuransi kesehatan jawabannya gampang yaitu perlu ! titik !!! Coba secara logika mana yang lebih rentan sakit orang di usia produktif atau orangtua yang sudah berusia 60an tahun ke atas ? Orangtua khan maka untuk asuransi kesehatan masih diperlukan sampai seseorang meninggal dunia. Lalu bagaimana dengan asuransi penyakit kritis ? Kalau ini optional kalau anda memiliki dana lebih silakan belikan untuk orangtua tapi kalau tidak ada maka minimal ada asuransi kesehatan yang bisa mengcover untuk biaya berobat yang diakibatkan oleh cancer seperti untuk biaya kemoterapi, radiasi, dll.

Nah kalau musti beli asuransi kesehatan apalagi plus asuransi penyakit kritis maka preminya pasti mahal bukan ? Lah iyalah usianya sudah senior khan. Hehehe. Bahkan rata-rata banyak asuransi kesehatan yang hanya mengcover sampai usia 70 tahun saja setelah itu maka selesai dan tidak bisa diperpanjang lagi.asuransi jiwa untuk orangtua

Mensiasati Bayar Premi Asuransi Untuk Orangtua

Saat ini saya hanya akan membahas asuransi jiwa yang bertujuan untuk warisan dari sudut pandang yang sederhana saja yaitu mengganti biaya premi asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis yang dibayarkan atau untuk biaya berobat kalau orangtua kita sakit. Gimana maksudnya ? Gini…

Untuk mempermudah perhitungan saya asumsikan orangtua anda dibelikan asuransi kesehatan yang menempel di unitlink ya. Misalkan orangtua anda saat ini berusia 60 tahun dan anda belikan asuransi kesehatan plus asuransi jiwa sebesar 180 juta dengan premi sekitar 1 juta per bulan atau 12 juta per tahun. Bila kita asumsikan usia harapan hidup sampai dengan 75 tahun maka anda akan memerlukan dana untuk membayar premi asuransi kesehatan plus asuransi jiwa bagi orangtua anda sebesar 12 juta x 15 tahun = 180 juta.

Dengan membeli asuransi kesehatan ini maka anda telah memindahkan sebagian risiko finansial kepada perusahaan asuransi kalau sewaktu-waktu orangtua anda sakit dan perlu biaya yang besar.

Tadi kita asumsikan usia harapan hidup 75 tahun maka misalkan orangtua anda meninggal persis di usia 75 tahun dan selama 15 tahun ini anda telah membayarkan premi asuransi kesehatan kepada beliau sejumlah 180 juta maka ketika orangtua anda meninggal di usia 75 tahun tersebut seluruh biaya premi yang ada bayarkan akan tergantikan oleh warisan asuransi jiwa yang didapatkan. Jadi asuransi kesehatan yang anda bayar untuk orangtua anda selama 15 tahun sebenarnya adalah gratis karena seluruh premi tersebut kembali kepada anda dapat bentuk warisan jiwa orangtua anda. Ayo enak gak beli asuransi gratis ? Hehehe

Bagaimana kalau orangtua anda meninggal di usia 65 tahun ? Ya dapat dikatakan anda untung karena anda mendapatkan warisan 180 juta sedangkan premi yang anda bayarkan baru 12 juta x 5 tahun = 60 juta. Terus kalau meninggal di usia lebih dari 75 tahun ? Ya anda akan rugi sedikit secara nilai uang tetapi sebagai seorang anak anda telah memberikan yang terbaik untuk orangtua anda dengan memberinya asuransi kesehatan yang memadai sehingga kalau beliau sakit biaya berobat dapat digantikan oleh perusahaan asuransi dan tidak sampai mengurangi harta anda secara signifikan.

Nah jadi perlukah asuransi jiwa untuk orangtua ? Rasanya perlu deh. Yang mau konsultasi masalah ini silakan bisa kontak saya via WA di 0811-128-338 ya. Terima kasih.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

1 COMMENT

  1. Saya setuju dengan penjabaran bapak Andreas Hartono. Karena kita lebih diuntungkan saat dimana terjadi masalah yang tidak diingikan untuk masa depan. Nice! – Abdul (Panin Dai-ichi Life)

Leave a Reply