Hahaha, melihat foto mantan presiden kita Pak Harto dan tulisan “piye kabare enak jamanku toh” di bak-bak truk membuat saya tertawa lucu dan sekaligus penasaran tentang zaman Pak Harto ini. Apakah benar zaman dahulu enak, mudah, murah dibandingkan dengan zaman sekarang yang katanya tidak enak, tidak mudah dan tidak murah ? Mari kita lihat realitasnya…

Pada tahun 1970-1980 di dalam sebuah keluarga biasanya hanya cukup sang suami saja yang bekerja untuk mencari nafkah keluarga dan sang istri cukup mengurus dan membesarkan anak di rumah.

Pada tahun 1990-an mulai terjadi perubahan di mana kalau hanya suami saja yang bekerja tidaklah akan mencukupi kebutuhan keluarga sehingga selain suami yang bekerja maka terpaksa istri juga harus bekerja membantu suami mencari nafkah untuk keluarga.

Saat ini tahun 2000-an mulai terjadi perubahan lagi dimana suami bekerja dan istri juga sudah bekerja tetapi kebutuhan keluarga masih juga belum tercukupi untuk hidup. Nah loh, kalau gitu sekarang siapa nih yang harus ikut bekerja demi dapur keluarga terus ngebul ? Hehehehe

Ya itulah sebuah realitas jadi wajar kalau banyak orang mengatakan zaman dahulu lebih enak dari zaman sekarang. Tapi apakah yang sebenarnya terjadi ???

Seorang Filsuf bernama Heraklitos berkata segala sesuatu yang ada di dunia ini mengalami perubahan kemudian ada juga teori Dalil Moore yang mengatakan bahwa jumlah informasi di dunia ini akan berlipat 2 dalam waktu 18 bulan. Artinya zaman memang berubah dan informasi juga berubah dengan sangat cepatnya. Kalau semuanya berubah apakah ada yang tidak berubah ? Hehehe, ini yang menjadi permasalahan yang sebenarnya yaitu ternyata isi otak kita perubahannya tidak secepat perubahan zaman dan informasi sehingga akibatnya kita cenderung tidak dapat mengikuti perubahan zaman ini.

Bersambung ya…

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

1 COMMENT

Leave a Reply