Yuk Nabung Saham – Menjadi Tuan Di Negera Sendiri

Yuk Nabung Saham, artikel ini saya tulis sebagai bahan untuk talkshow saya nanti sore di Radio Suara Indah 92,1 FM Bandung. Kalau dua artikel saya sebelumnya yang sukses tentang Menabung Reksadana dan sangat sangat sukses tentang AADC 2 berharap artikel kali ini pun bisa meraup sukses yang sama. Untuk tulisan AADC 2 hingga artikel ini saya publish telah mencapai hampir 900 view dalam waktu 3 hari. Wow..

Istilah Yuk Nabung Saham diluncurkan akhir tahun 2015 oleh Bursa Efek Indonesia untuk semakin membuat saham menjadi tuan di negaranya sendiri. Mengapa menjadi tuan karena saya sering sekali membaca tulisan analisis saham yang berkata investor asing menarik dananya sehingga indeks menjadi negatif atau sebaliknya investor asing mulai kembali melakukan investasi sehingga indeks menjadi positif. Apa artinya dari statement tersebut ? Ya artinya saham kita di Indonesia ini koq rasanya yang menguasai itu pihak asing dan bukan kita sendiri sebagai warga negara Indonesia. Naik atau turunnya harga saham sangat ditentukan oleh orang asing dan bukan oleh kita sendiri.

Yuk Nabung Saham

Dalam artikelnya Rudyanto sebagai seorang pakar reksadana pernah memberikan data bahwa dalam 15 tahun terakhir indeks kita negara Indonesia memiliki pertumbuhan yang sangat luar biasa dibandingkan dengan negara-negara lainnya bahkan jauh di atas negara-negara maju di dunia ini. Maka wajar kalau pasar saham di Indonesia seperti gadis kembang desa yang sangat cantik dan diincar oleh setiap pemuda dari seluruh penjuru negeri. Tapi sayang pemuda dari Indonesia rasanya kurang berminat dengan gadis cantik ini. Hehehe.

Oke, balik lagi Yuk Nabung Saham sebenarnya adalah sebuah gerakan yang positif tapi bisa juga menjadi negatif kalau salah diartikan dan salah dimaknai. Mengapa ? Karena saham termasuk salah satu investasi dengan pertumbuhan yang tinggi dan secara prinsip investasi artinya juga memiliki risiko yang tinggi. Jadi saham itu termasuk investasi high return high risk padahal biasanya setiap orang berharapnya high return low risk bukan ? Lalu bagaimana menyikapinya ? Saya sering mengatakan dalam setiap sesi training atau seminar bahwa high return low risk hanya bisa terjadi kalau kita memenuhi satu persyaratan yang utama yaitu high knowledge. Nah jadi khusus untuk investasi saham ini kalau mau mendapatkan keuntungan apalagi keuntungan yang besar anda harus high knowledge artinya anda harus benar-benar memahami apa itu saham sebelum masuk ke dunia investasi saham. Hasil sebuah riset sangat mengerikan yang mengatakan bahwa 95% trader saham itu rugi. Nah Loh…. Makanya Yuk Nabung Saham ini harus disikapi dengan benar supaya tidak terjebak menjadi 95% orang dalam survei tersebut.

Yuk Nabung SahamLalu koq Bursa Efek Indonesia koq berani membuat sebuah gerakan Yuk Nabung Saham ? Mari kita cermati dulu apa maksudnya. Pertama coba kita pahami dulu apa itu menabung, apa itu investasi dan apa itu trading. Menabung adalah sebuah cara yang kita lakukan dengan menyisihkan apa yang kita hasilkan untuk disimpan. Media penyimpanan bisa di celengan, bisa di amplop, bisa di bawah bantal atau yang lebih modern disimpan di tabungan di bank. Misalkan anak saya mau membeli sepeda seharga 1 juta, maka saya akan mengajak anak saya untuk menabung setiap bulannya di celengan sebesar 100 ribu, lalu pada bulan ke sepuluh celengan kita pecahkan dan terdapat uang 1 juta yang siap untuk dibelikan sepeda. Itu menabung yaitu menyisihkan sebagian penghasilan sedikit demi sedikit untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang.

Lalu kalau investasi itu apa ? Banyak terminologi yang ada tetapi kalau versi saya mengatakan bahwa investasi itu adalah menabung dengan cara yang lebih smart. Jadi investasi itu adalah sama dengan menabung hanya media atau instrumen yang digunakan saja yang berbeda. Mengapa perlu investasi dan tidak cukup hanya menabung konvensional saja ? Karena kita berkejaran dengan yang namanya inflasi. Kalau menabung di celengan pertumbuhan atau return hanya 0%, kalau di tabungan ya paling hanya 1-2% yang artinya kalah jauh dibandingkan dengan inflasi kita yang bisa di atas 8% per tahunnya.

Ketika kita berbicara tentang investasi maka sudah berhadapan dengan yang namanya risiko sehingga sebelum orang mau investasi dia harus tahu terlebih dahulu apa tujuan dia investasi sehingga dengan tujuan tersebut bisa dicarikan kendaraan atau instrumen investasi yang paling tepat untuk memperkecil risiko. Karena fokus pada tujuan maka investasi cenderung menggunakan prinsip buy and hold atau menabung secara rutin di instrumen investasi yang kita pilih sesuai dengan lama tujuan investasi. Jadi misalkan mau investasi pendidikan anak untuk 15 tahun mendatang di reksadana saham maka kita akan secara rutin setiap bulan menabung atau investasi di reksadana selama 15 tahun tersebut.

Nah kalau trading sebenarnya tidak sama dengan menabung atau investasi. Kalau trading fokusnya bukan pada tujuan akhir tetapi lebih kepada momentum pergerakan harga sehingga prinsip yang digunakan cenderung buy and sell. Karena buy and sell maka trading biasanya bersifat jangka pendek, buy ketika harga lagi rendah dan sell ketika harga lagi tinggi. Buy and sell inilah yang menuntut ilmu yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya buy and hold. Banyak orang menjadi trader saham tetapi tidak tahu ilmu saham kapan buy dan kapan sell sehingga inilah yang akhirnya mengakibatkan 95% trader saham itu merugi. Mereka berharap high retun di saham tanpa high knowledge ya pasti rugilah.

Yuk Nabung Saham

Jadi kalau kita baca gerakan yang ingin dilakukan adalah Yuk Nabung Saham dan bukan Yuk Trading Saham sehingga lebih jelas bahwa sebenarnya yang ingin disampaikan itu adalah prinsip menabung atau investasi menggunakan instrumen saham dengan teknik buy and hold dan bukan prinsip trading yang buy and sell untuk jangka pendek.

Yuk Nabung Saham berarti memiliki makna jangka panjang dan bukan jangka pendek dengan mengambil momentum perubahan harga untuk mencari keuntungan jangka pendek. Lalu bagaimana caranya saya kalau mau nabung saham ? Saham apa yang bisa saya koleksi untuk ditabung ?

Pertama, karena ini nabung dan bukan trading serta ada risiko yang tinggi maka pastikan tujuan tabungan atau investasi yang anda lakukan ini untuk tujuan jangka panjang. Berapa lama jangka panjang itu ? Bagi saya di atas 10 tahun. Misalkan menabung saham untuk tujuan pendidikan anak di 15 tahun mendatang atau untuk pensiun di 25 tahun mendatang.

Kedua, karena ini tujuan jangka panjang maka carilah perusahaan yang juga akan baik secara kinerja untuk jangka panjang 10 tahun ke depan. Bagaimana caranya ? Kalau mau pakai ilmu yang tinggi kita bisa menggunakan yang namanya analisis fundamental yang melihat data keuangan perusahaan atau menggunakan analisis teknikal yang melihat trend pergerakan harga saham di masa lalu untuk dibuatkan prediksi di masa mendatang. Kedua analisis ini bukanlah perkara yang mudah, tetapi kalau konsepnya menabung jangka panjang maka bisa saja kita abaikan dan menggunakan prinsip logika dasar yang paling sederhana.

Gimana caranya ? Carilah perusahaan-perusahaan yang sangat besar yang mempengaruhi ekonomi secara nasional dan sangat dilindungi oleh negara. Artinya kalau perusahaan ini bermasalah maka negara juga bisa bermasalah sehingga negara akan memberikan perlindungan yang maksimal kepada perusahaan ini untuk memastikan perusahaan ini berkinerja yang baik dan memberikan kontribusi terhadap negara. Misalkan saja perusahaan perbankan, silakan anda bisa cari bank yang besar dan mempengaruhi ekonomi nasional. Atau bisa juga carilah perusahaan besar yang produknya dipakai oleh sangat banyak orang dimana kalau tidak ada produk ini akan membuat hidup seseorang menjadi bermasalah sehingga ketergantungan orang akan produk dari perusahaan ini sangat tinggi misalkan perusahaan consumer good atau perusahaan farmasi atau perusahaan transportasi atau perusahan telekomunikasi. Jadi intinya carilah perusahaan yang besar yang mempengaruhi ekonomi nasional dan atau produknya digunakan oleh sangat sangat banyak orang.

Ketiga, mulailah dengan uang kecil dan lakukan secara rutin. Ingat ini nabung dan nabung itu harus rutin. Rutin maksudnya nabung anda lakukan secara periodik misalkan setiap bulan dengan nilai yang kecil sesuai dengan kemampuan menabung anda setiap bulan.

Keempat, lakukan diversifikasi atau belilah beberapa saham dengan jenis industri yang berbeda misalkan anda beli 3 saham yaitu saham kategori bank, consumer good dan telekomunikasi. Dengan diversifikasi ini maka risiko menjadi lebih kecil karena bisa saling melengkapi, kalau saja saham perbankan menurun tajam belum tentu saham telekomunikasi juga turun tajam demikian juga sebaliknya.

Kelima, konsisten jangan terpengaruh oleh pergerakan harga saham jangka pendek untuk mengambil uang anda demi keuntungan sesaat. Ingat Yuk Nabung Saham bukan untuk tujuan jangka pendek tetapi untuk tujuan jangka panjang di atas 10 tahun. Meskipun saham-saham perusahaan besar ini akan selalu mengalami naik dan turun tetapi secara trend jangka pajang dia akan terus naik.

Training Perencanaan Keuangan

Kalau mau mulai nabung saham belinya gimana ya ? Silakan anda dapat mencari yang namanya perusahaan sekuritas yang bisa dilakukan secara tatap muka untuk membuka rekening ataupun ada beberapa perusahaan sekuritas yang bisa dengan cara online mulai dari membuka rekening hingga proses transaksi pembeliannya.

Ketika anda sudah membuka rekening di perusahaan sekuritas pastikan anda mengikuti training yang akan diberikan sehingga anda semakin memahami lagi nabung zaman modern dengan instrumen saham ini.

Selamat menabung saham sesuai dengan ajakan Bursa Efek Indonesia Yuk Nabung Saham.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CHt, CI, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk kebutuhan inhouse training motivasi perencanaan keuangan “Karyawan Produktif itu Cerdas Finansial” silakan dapat menghubungi Andreas-Hartono Academy di 021.4060.9000 atau langsung ke Andreas Hartono di 0811.128.338

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply