Membeli Reksadana Di Bank ? Ketika menjelaskan tentang reksadana, selalu ada pertanyaan di ujungnya yaitu “belinya di mana ya ?”. Sekitar 5-10 tahunan yang lalu, saya selalu menyarankan pergi saja ke bank untuk mulai membuka rekening dan membeli reksadana. Bahkan dulu ada sebuah bank dari Australia yang sangat identik dengan reksadana, bank inilah yang melakukan penjualan reksadana retail yang terbaik dan terbesar pada zaman itu. Beberapa tahun kemudian dan hingga kini hampir semua bank baik milik pemerintah maupun swasta sudah menjual reksadana. Yang membedakan hanyalah jumlah jenis reksadana yang dijual dan besaran pembelian reksadana. Ada yang bisa beli dengan nilai 100-an ribu saja tetapi ada yang minimal beli sekitar 1 jutaan.

Ebook Perencanaan Keuangan “Hidup NIKMAT dengan CERDAS FINANSIAL”Download Ebook Perencanaan Keuangan

Itu cerita zaman dulu, bagaimana sekarang ? Apakah masih bisa membeli reksadana di bank ? Jawabannya secara legal formal pasti masih bisa karena mereka adalah institusi yang mendapatkan izin dari OJK untuk menjadi agen penjual reksadana. Tetapi terus terang saya mulai jarang merekomendasikan orang untuk membeli reksadana di bank ? Mengapa ? Padahal khan ini institusi formal dan legal ?

Ketika saya merekomendasikan peserta training untuk investasi reksadana dengan membeli reksadana di bank, saya banyak sekali mendapatkan informasi dan laporan yang kurang menyenangkan. Apa itu ? Petugas bank cenderung menghambat seorang nasabah untuk membeli reksadana dan ada kecenderungan mengarahkan nasabah untuk membeli produk unit link. Bahkan ada informasi yang mengatakan bahwa mereka tidak menjual reksadana tetapi menjual unit link padahal jelas-jelas bank tersebut menjual reksadana.

Dilematis memang antara reksadana dan unit link, dari sisi penjualan tentu penjualan unit link akan lebih menggiurkan dari sisi komisi yang bisa mencapai puluhan persen dibandingkan menjual reksadana yang hanya mendapatkan komisi sekian persen saja. Tetapi secara konsep penggunaan unit link sebagai sarana investasi masih sangat riskan apabila seorang nasabah tidak memahami konsep perencanaan keuangan khususnya investasi dan asuransi yang baik dan benar. Karena unit link itu adalah produk yang kompleks yang menggabungkan asuransi dan investasi menjadi 1 kesatuan produk.

Rayuan petugas atau agen penjual unit link tentu terasa sangat manis dengan banyak iming-iming itu dan ini dibandingkan dengan menjual reksadana yang cederung datar saja. Akibatnya banyak nasabah yang tujuan awal mau investasi malah berbalik arah dengan membeli unit link dan celakanya tujuan utama investasi menjadi terabaikan dengan membeli produk asuransi yang belum tentu bermanfaat dan tepat sasaran. Belum lagi adanya biaya akuisisi dan ini itu yang akhirnya bukan membuat uang nasabah menjadi bertambah malah berkurang secara sistematis dan legal dibalik ketidak mengertian seorang nasabah.

Membeli reksadana di Bank (Large)Apakah unit link itu jelek ? Jawabannya tidak kalau tujuan utamanya untuk asuransi tetapi dia bisa menjadi salah produk kalau tujuan utamanya untuk investasi. Unit link itu secara sejarah merupakan turunan dari produk asuransi sehingga tujuan utamanya adalah asuransi sedangkan untuk investasi hingga saat ini pilihan terbaik ada di pasar modal seperti reksadana atau saham dan instrumen fisik seperti logam mulia dan properti.

Lalu kalau mau membeli reksadana ke mana dong ? Beberapa tahun terakhir ini saya selalu mengarahkan peserta training untuk membeli reksadana secara online saja, saat ini sudah mulai muncul cukup banyak agen penjual reksadana yang menjual reksadana secara online. Anda cukup bermodalkan pulsa data internet dan uang 100 ribuan saja untuk memulai investasi.

Secara sistem pengelolaan reksadana secara online ini ternyata juga lebih mudah dibandingkan dengan membeli reksadana di bank, anda dapat melakukan transaksi pembeli ataupun penjualan reksadana kapan saja dan dimana saja.

Di saat bank sebagai agen penjual reksadana mulai beralih menjual unit link dibandingkan reksadana yuk kita geser dikit dengan membeli reksadana untuk tujuan investasi secara online saja.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan "Nasibmu di Dompetmu" dan "Secangkir Cerdas Finansial". Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply