Kartu Kredit Untuk Anak – Hai, sudah beberapa bulan saya absen menulis artikel di Mengelola Keuangan. Semoga artikel yang baru ini dapat memberikan inspirasi kepada anda tentang kartu kredit, khususnya kartu kredit untuk anak.

Sebenarnya 2 artikel ini saya tulis untuk Tabloid Bintang yang diterbitkan dalam bentuk cetak dan online di akhir Oktober 2017 yang lalu. Untuk berselancar di portal Tabloid Bintang, link artikel aslinya saya berikan di bawah tulisan ini. Selamat menikmati.

Anak Boleh Diberi Kartu Kredit, Asal …

Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai yang mudah dan efisien. Cukup menggesek kartu satu kali, benda idaman sudah menjadi milik Anda.

Kini banyak orang tua memercayakan anak-anak mereka untuk menggunakan kartu kredit.

Apakah salah memberi fasilitas kartu kredit pada anak? Kapan saat yang tepat memberikan kartu kredit pada anak?

Di Indonesia, usia minimum seseorang untuk memiliki kartu kredit adalah 21 tahun atau 17 tahun dengan status sudah menikah dan berpenghasilan minimal 3 juta rupiah per bulan. Namun tak jarang kita temui anak berusia belia sudah berbelanja dengan kartu kredit. Kok bisa?

Kartu Kredit Untuk AnakMenurut perencana keuangan sekaligus CEO Andreas Hartono Academy, Ir. Andreas Hartono, CHt, CI, CFP, kartu kredit yang digunakan oleh anak merupakan kartu pinjaman dari orang tua. Sah-sah saja meminjamkan kartu kredit pada anak. Namun, ada hal yang harus dipertimbangkan selanjutnya, apakah si anak sudah cukup dewasa untuk menggunakan kartu kredit?

Anak remaja secara mental sering dianggap labil atau masih belum bisa mengontrol emosi dan keinginan dengan baik. Keadaan tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi cara anak dalam membelanjakan kartu kredit. Andreas mengatakan, kedewasaan dalam mengelola keuangan antara satu anak dengan anak lain mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ada yang berusia belasan akhir namun belum bisa mengelola keuangan pribadinya dengan benar. Ada pula yang masih usia belia tetapi sudah mengerti dan mampu mengatur keuangannya sendiri.

Cara mengetahui apakah si anak mampu untuk mengelola keuangannya sendiri menurut Andreas harus melalui beberapa tahap. Orang tua bisa melihat kematangan pengelolaan keuangan dari cara anak mempergunakan uang jajannya. Ketika anak mampu mengatur uang jajan hariannya dengan baik maka bisa Anda ganti cara pemberian uang jajannya menjadi per minggu.

“Setelah si anak bisa mengelola uang jajan per minggu dengan baik maka kita ubah lagi menjadi per bulan. Ketika si anak sudah bisa mengelola uang jajan bulanannya dengan baik, saya rasa si anak sudah bisa dipercaya untuk mendapatkan kartu kredit,” terang Andreas.

Meski begitu, jangan terlalu terburu-buru memberikan kartu kredit pada anak. Orang tua harus mempertimbangkan hal lain seperti kemampuan finansial keluarga dan tindakan preventif untuk mencegah si anak kebablasan dalam menggunakan kartu kredit.

Sumber : Tabloid Bintang


Kartu Kredit Untuk AnakYang Harus Orang Tua Lakukan Jika Anak Diberi Kartu Kredit

Menurut perencana keuangan sekaligus CEO Andreas Hartono Academy, Ir. Andreas Hartono, CHt, CI, CFP, orang tua harus terlebih dulu memberi pengertian kepada anak bahwa kartu kredit bukanlah alat untuk menambah penghasilan atau pemasukan melainkan untuk menunda pembayaran.

Dengan begitu anak akan mengerti bahwa setiap tanggal jatuh tempo dia harus  membayar tagihannya.

Kemudian tetapkan batas maksimum penggunaan kartu kredit agar si anak lebih bijak dalam menggunakan. Anak misalnya diberi jatah 1 juta rupiah per bulan untuk memenuhi kebutuhannya selama 1 bulan.

Maka dia hanya diperbolehkan mempergunakan uang dalam rasio nominal tersebut. Jika si anak ternyata menggunakan uang misalnya 1,2 juta rupiah maka si anak yang harus membayarnya. Artinya orang tua tetap membayar sebesar 1,2 juta rupiah namun 200 ribu rupiah tersebut harus diganti dengan memotong uang jatah anak bulan selanjutnya.
Yang Harus Orang Tua Lakukan Jika Anak Diberi Kartu Kredit (Depositphotos)

“Jadi bulan selanjutnya anak hanya akan mendapat 800 ribu rupiah. Jadi, si anak akan mengerti tanggung jawab dan lebih berhati-hati dalam mengelola uangnya,” Andreas menjelaskan.

Memberi kartu kredit dikatakan Andreas salah satu cara untuk mengajarkan tentang pengelolaan uang yang baik untuk anak.

“Ketika si anak sudah mampu mengendalikan keinginannya dan mengatur keuangannya dengan bijak maka itu bekal yang bagus untuk kehidupannya setelah dewasa,” lanjut Andreas.

Namun mengajarkan kemandirian anak dalam mengelola keuangan tidak hanya lewat pemberian kartu kredit. Orang tua juga bisa mengajarkan anak untuk mencatat pemasukan dan pengeluarannya setiap bulan. Ajarkan juga untuk menabung dan bersedekah.

“Tujuannya untuk membantu si anak untuk lebih matang dan dewasa dalam mengelola keuangan,” tutupnya.

Sumber : Tabloid Bintang

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply