Waspada Investasi Bodong | 5 Tips Tangkal Investasi Bodong

5 tips tangkal investasi bodong rasanya itulah artikel yang paling tepat saat ini. Mengapa ? Dalam setiap kelas training yang saya berikan kepada klien nyaris hampir di setiap kelas ada peserta yang mengatakan bahwa mereka pernah terjebak di investasi bodong tersebut. Mulai dari yang kehilangan beberapa juta, puluhan juta dan terakhir di kelas minggu lalu ada peserta yang kehilangan uang 800 juta. Wow dalam hati saya berpikir hebat juga ini orang kehilangan uang 800 juta tapi tidak jadi gila. Hehehe.

Sebuah statistik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2014 mencatat data bahwa ada minimal 45 triliun dana nasabah yang tersangkut di investasi bodong atau investasi yang terkategori mencurigakan. Kalau lihat data lebih detail kebanyakan investasi bodong itu bermodus investasi emas dan arisan berantai.

5 tips tangkal investasi bodong -2

Mengapa begitu banyak orang terjebak dalam investasi bodong ini ? Paling tidak sebagai seorang hypnotherapist dan financial planner saya bisa melihat penyebabnya supaya anda waspada investasi bodong ini :

  1. Dari sisi ilmu hypnosis : Mentalitas ingin cepat kaya, rasanya setiap orang pasti ingin punya banyak duit dan menjadi kaya. Nah karena mentalitas ini maka banyak orang menjadi mudah dihipnosis dengan yang namanya sugesti atau rayuan-rayuan yang sangat menarik. Ketika seseorang ditawarkan atau diiming-imingi sebuah pertumbuhan investasi yang sangat tinggi langsung membuat orang menjadi trance atau masuk kondisi hipnosis. Dalam kondisi trance inilah seseorang akhirnya mudah dipengaruhi oleh orang lain.
  2. Dari sisi perencanaan keuangan : Banyak orang yang tidak memahami konsep investasi sehingga tidak memahami risiko yang ada di balik investasi. Apapun investasinya mengandung yang namanya risiko dan ada sebuah prinsip umum dalam dunia investasi yaitu high return high risk yang artinya semakin tinggi pertumbuhan sebuah produk investasi maka risikonya juga semakin tinggi. Kalau dilihat dari beberapa investasi bodong rata-rata menawarkan imbal hasil lebih dari 5% per bulan atau 60% per tahun yang artinya sudah masuk kategori investasi dengan return yang sangat tinggi dengan risiko yang juga sangat tinggi.

Jadi coba bayangkan apa yang terjadi jika seseorang memiliki mentalitas ingin cepat kaya tetapi tidak memahami konsep investasi ? Wajar khan kalau begitu banyak orang yang akhirnya terjebak dalam investasi yang terkategori bodong.

5 tips tangkal investasi bodong

5 Tips Tangkal Investasi Bodong

Lalu gimana supaya kita waspada dan tidak terjebak dalam investasi bodong ini ? Berikut adalah 5 tips tangkal investasi bodong yang paling penting untuk anda :

Pertama, apapun investasi yang anda pilih pastikan lembaga pengelola investasi tersebut memiliki legalitas usaha sebagai sebuah lembaga investasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK adalah wakil dari negara yang berfungsi melindungi masyarakat akan dunia keuangan dimana salah satunya adalah masalah investasi. Jadi kalau sebuah lembaga investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK maka negara menjamin bahwa perusahaan tersebut sah untuk menjalankan usaha pengelolaan dana investasi. Kalaupun suatu saat lembaga ini menyimpang atau mengalami masalah maka ada negara yang diwakili oleh OJK untuk menegur ataupun mengawasinya. Investasi di lembaga tanpa pengawasan OJK sama saja anda minum obat tanpa ada pengujian dari Badan Pengawasan Obat & Makanan (BPOM). Berani anda minum obat tanpa legalitas dari BPOM ?

Kedua, investasilah pada produk dengan hasil investasi yang wajar, ingat di atas kita sudah membahas prinsip investasi high return high risk. Kemudian yang namanya investasi itu nyaris tidak ada yang fixed kecuali tabungan dan deposito. Pertumbuhan investasi selalu akan mengalami naik turun sejalan dengan kondisi ekonomi suatu negara. Jadi kalau ada yang menawarkan investasi dengan pertumbuhan yang fixed alias pasti maka ini sangat patut untuk dicurigai apalagi dengan bunga yang sangat menggiurkan.

Ketiga, investasilah dengan uang kecil tetapi rutin dan konsisten. Hal ini sangat penting untuk investor pemula yang belum memahami detail dunia investasi. Dengan uang kecil anda akan meminimalkan risiko di awal anda berinvestasi sambil anda terus belajar memahami dunia investasi dengan lebih detail. Saya sering mengatakan dalam setiap kelas bahwa dalam dunia investasi yang diperlukan pertama kali bukanlah uang tetapi pengetahuan. Dengan pengetahuan yang baik dan benar dalam dunia investasi maka uang kecil bisa diubah menjadi uang besar. Jadi apapun produk investasi anda pastikan anda memahami dengan detail produk investasi tersebut.

Keempat, investasi tidak boleh menggunakan utang. Investasi harus dilakukan dari uang yang disisihkan setiap bulan atau uang idle setelah kebutuhan primer akan dana darurat sebesar 2-6 kali pengeluaran setiap bulan dan kebutuhan akan asuransi terpenuhi. Saya cukup sering menemukan orang investasi menggunakan utang dan investasinya di produk investasi yang tidak jelas lagi alias bodong. Ini risiko yang anda hadapi akan menjadi berlipat ganda.

Kelima, kalaupun anda benar-benar mau investasi di tempat yang tidak jelas dengan harapan mendapatkan pertumbuhan yang sangat tinggi silakan tetapi harus menggunakan uang idle dan jumlahnya tidak boleh melebihi 5% dari uang idle yang anda miliki. Jadi kalau untung kita bersyukur dan kalau dibawa kabur kita akan ikhlas karena hanya 5% dari uang yang anda meiliki.

Itulah fenomena investasi bodong. Ingat selalu waspada investasi bodong selalu hadir di sekitar anda. Ikuti 5 tips tangkal investasi bodong di atas supaya tidak terjebak dalam investasi bodong yang akan membuat hidup anda menjadi sengsara.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk kebutuhan inhouse training motivasi perencanaan keuangan “Karyawan Produktif itu Cerdas Finansial” silakan dapat menghubungi Andreas-Hartono Academy di 021.4060.9000 atau langsung ke Andreas Hartono di 0811.128.338

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply