Dalam banyak referensi perencanaan keuangan salah satu item yang harus dimiliki adalah asuransi. Dalam perkembangan tahun ke tahun ternyata asuransi ini semakin populer tapi sayang tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup tentang dunia asuransi ini yang berakibat banyak yang salah beli. Bahkan Aidil Akbar bilang kalau 9 dari 10 pemilik asuransi itu salah beli. Saya setuju sekali apalagi kalau yang dibeli adalah asuransi berjenis unit link, rata-rata yang saya jumpai itu salah beli semuanya.

Prinsip asuransi adalah memindahkan risiko pribadi atau keluarga ke perusahaan asuransi dengan cara menyisihkan sedikit penghasilan atau keuntungan bisnis anda untuk mendapatkan perlindungan aset dan keluarga yang sangat besar hingga jutaan atau miliaran rupiah. Uang yang anda sisihkan itu disebut Premi dan perlindungan yang anda dapatkan disebut dengan Uang Pertanggungan.

Contoh yang paling gampang dan merupakan konsep dasar asuransi yang benar adalah asuransi mobil. Bagaimana mekanismenya ? Anda membayar premi di muka misalkan sebesar 3 juta untuk melindungi mobil anda senilai 180 juta selama 1 tahun. Jadi kalau dalam 1 tahun mobil anda mengalami tabrakan ataupun hilang akan diganti oleh perusahaan asuransi dengan nilai maksimal 180 juta. Lalu bagaimana kalau sudah lebih dari setahun ? Ya tidak ada penggantian lagi karena sudah lewat masa kontrak 1 tahun. Jadi uang 3 juta itu akan melindungi mobil anda selama  1 tahun kalau ada masalah hingga maksimal 180 juta dan kalau tidak terjadi sesuatu dengan mobil anda maka premi 3 juta itu akan hangus.

So asuransi yang benar itu akan menghanguskan premi anda loh. Tetapi masalahnya orang Indonesia paling benci mendengar uang premi asuransinya hangus. Maka muncullah produk yang namanya unit link yang dikemas dengan istilah “uang tidak hangus”. Lalu orang berbondong-bondong membeli produk unit link tanpa tahu terlebih dahulu apa itu unit link dan bagaimana cara kerjanya.

Hampir semuanya salah beli dan termakan dengan rayuan agen asuransi yang hampir 90% tidak memahami konsep perencanaan keuangan dan asuransi secara menyeluruh. Akibatnya terjadi salah kaprah asuransi unit link ini.

Saya bukan anti unit link bahkan dalam beberapa aspek saya pro dengan unit link. Saya hanya mau anda pahami dulu ya unit ink ini sebelum memutuskan untuk membelinya supaya tidak sampai salah beli.

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan "Nasibmu di Dompetmu" dan "Secangkir Cerdas Finansial". Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply