Menabung di bank atau beli bank ?

Menabung di bank atau beli bank ? Nah loh koq judulnya aneh sekali untuk artikel kali ini. Hehehe. Topik ini saya pernah bawakan sewaktu talkshow Dompet Keluarga di Radio Suara Indah 92,1FM Bandung beberapa waktu yang lalu.

Kalau menabung di bank semua sudah pasti tahu bagaimana cara dan mekanismenya tapi kalau beli bank gimana caranya ya ? Gampang koq cukup beli saja sahamnya maka bank tersebut sudah menjadi milik anda. Hehehe.

Sekarang saya akan mengajak anda semua untuk melihat perbandingan antara menabung di bank atau beli bank.

Menabung di Bank

Secara umum menabung di bank ada 2 macam produk yaitu tabungan itu sendiri dan deposito. Untuk menabung di bank dibutuhkan dana yang relatif kecil mungkin cukup dengan uang puluhan ribu saja sudah bisa memiliki tabungan di bank. Kecuali deposito anda memerlukan dana 5-10 juta untuk memulainya. Untuk keuntungan atau bunganya ya paling sekitar 1-2% untuk tabungan dan 5-6% untuk deposito dengan pajak bunga 20%. Walah udah bunganya kecil kena pajak lagi. Ya itulah konsekuensi sebagai warga negara yang baik. Hehehe. Oh ya menabung di bank akan kena macam-macam biaya loh seperti biaya administrasi dan biaya ATM yang biasanya akan lebih besar dari bunga yang kita dapatkan setiap bulannya. Untuk menghitung nanti sementara kita abaikan saja ya biaya-biaya yang muncul ini dan kita asumsikan bunga bersih yang kita dapatkan sebesar 1% untuk tabungan dan 5% untuk deposito setiap tahunnya.

Meskipun bunganya rendah dan ada biaya-biaya yang muncul salah satu kelebihan menabung atau deposito di bank adalah adanya jaminan keamanan uang kita. Jadi kalau terjadi apa-apa dengan bank tempat kita menabung maka dana kita akan aman karena dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan atau biasa yang kita kenal dengan LPS.

Beli Bank

Beli bank itu sangat mungkin dilakukan selama bank itu merupakan perusahaan publik karena yang mau kita beli itu adalah saham atau bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut. Beli bank itu harus ke Bursa Efek Indonesia melalui perantara yang kita kenal dengan mana perusahaan sekuritas atau broker. Jadi beli bank itu gak bisa langsung ke bank-nya ya tetapi belinya ke Bursa Efek Indonesia melalui perusahaan sekuritas. Beli saham bank itu harganya relatif artinya setiap hari akan mengalami perubahan sesuai dengan kondisi pasar yang sedang terjadi. Berbeda dengan menabung di bank yang ada jaminan LPS, beli saham bank ini tidak ada jaminan dari pihak manapun, yang menjamin adalah diri anda sendiri sebagai seorang investor. Saham ini satuannya adalah lembar dan untuk membeli saham diperlukan minimal sejumlah 1 lot atau sejumlah 100 lembar.

Keuntungan dari beli saham bank ini adalah kita akan mendapatkan yang namanya deviden dan kenaikan dari harga saham itu sendiri. Kalau di tabungan setiap hari uang anda anda akan selalu bertambah tetapi kalau beli saham bank setiap hari uang anda akan berubah dan berubahnya bisa bertambah ataupun berkurang sesuai dengan harga saham pada hari itu. Beli saham bank ini biasanya kita rekomendasikan untuk tujuan jangka panjang di atas 5 atau bahkan 10 tahun.

Menabung di bank atau beli bank – Mana yang lebih untung ?

Nah ini adalah bagian yang paling dinantikan bukan ? Mana sih yang lebih menguntungkan apakah menabung di bank atau beli bank nya ?

Untuk tabungan asumsi yang kita gunakan adalah return 1% untuk tabungan dan 5% untuk deposito dengan modal awal sejumlah 10 juta. Sedangkan bank yang kita beli ada 3 yaitu Bank BCA, Mandiri dan BRI. Masa menabung adalah 5 dan 10 tahun.

Kalau melihat pada data histori harga saham ketiga bank tersebut adalah sebagai berikut :

Harga saat ini 24 Oktober 2016

  • Bank BCA (BBCA) – 15.575 per lembar
  • Bank Mandiri (BMRI) – 11.300 per lembar
  • Bank BRI (BBR) – 12.225 per lembar

Harga di 5 tahun lalu 24 Oktober 2011

  • Bank BCA (BBCA) – 8.000 per lembar
  • Bank Mandiri (BMRI) – 6.800 per lembar
  • Bank BRI (BBR) – 6.500 per lembar

Harga di 10 tahun lalu 24 Oktober 2006

  • Bank BCA (BBCA) – 2.325 per lembar
  • Bank Mandiri (BMRI) – 2.655 per lembar
  • Bank BRI (BBR) – 2.450 per lembar

Biar gampang lihat tabel saja deh ya sebagai berikut :

menabung di bank atau beli bank

Berapa return kenaikan harga saham untuk ketiga bank tersebut ? Mari lihat hasil hitungan saya melalui tabel di bawah ini.

Untuk menabung 5 tahun

menabung di bank atau beli bank

Untuk menabung 10 tahun

menabung di bank atau beli bank

Artinya apa ? Menabung di bank atau beli bank ? Ternyata beli bank jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan kita menabung atau mendepositokan uang kita di bank. Yuk kita lihat kalau kita punya uang 10 juta lalu kita tabung, deposito dan belikan bank-nya maka berapa hasil yang kita dapatkan selama 5 dan 10 tahun.

menabung di bank atau beli bank

So better mana menabung di bank atau beli bank ? Untuk tujuan jangka panjang di atas 5 atau bahkan 10 tahun saya merekomendasikan anda untuk beli bank daripada menabung atau mendepositokan uang anda di bank. Meskipun tidak ada jaminan tapi inilah sebuah pilihan yang sebaiknya diambil untuk tujuan investasi jangka panjang.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk kebutuhan inhouse training motivasi perencanaan keuangan “Karyawan Produktif itu Cerdas Finansial” silakan dapat menghubungi Andreas-Hartono Academy di 021.4060.9000 atau langsung ke Andreas Hartono di 0811.128.338

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

4 COMMENTS

  1. membeli bank berarti bermain saham ya, berarti harus siap dengan fluktuasi harga saham yang naik turun, resikonya sekarang adalah harga saham bisa tembus Rp. 0, coba saya pertimbangkan dulu!

    • Betul Pak Andrew, beli bank yang dimaksud adalah beli saham bank. Memang ada risiko tapi untuk tujuan jangka panjang kalau kita hanya beli bank yang size yang besar apalagi milik pemerintah maka risiko itu cenderung menjadi lebih kecil.

    • Untuk produk investasi saham lainnya selalu berprinsip untuk cari big, big and big company. Silakan bisa cari per kategori misalkan apa perusahaan terbesar di banking, consumer goods, farmasi, telekomunikasi, otomotif, dll. Harusnya perusahaan tersebut bisa survive dan memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih baik di 10 tahun mendatang.

Leave a Reply