Saribundo

Dari Saribundo Menuju Saridon

Pada sebuah kesempatan training ada sebuah guyonan peserta yang bilang kehidupannya makin hari makin loyo. Mengapa ? Yuk kita lihat ceritanya. Minggu pertama ketika mendapatkan gaji maka langsung menuju ke rumah makan mewah Saribundo. Minggu kedua ketika gaji sudah mulai menyusut buat bayar-bayar cicilan, uang sekolah anak, listrik, air, dll maka sudah mulai lebih sering makan Sarimie Minggu ketiga ketika semua uang sudah semakin menyusut maka sudah mulai makan Sari Kacang Ijo saja Minggu keempat ketika semua uang sudah habis orang sudah mulai makan Saridon karena pusing tidak memiliki uang sama sekali. Itulah sebuah realitas yang sering terjadi karena adanya kesalahan dalam mengelola keuangan. Semoga tidak terjadi dengan kita-kita semua ya. Hehehe. Nah salah satu solusi yang dapat dilakukan
gajiku 5 koma

Gajiku 5 Koma

Ada seorang peserta training dengan level staff mengangkat tangannya di kelas dan berbagi pengalaman. Dia berkata "Gajiku 5 koma mohon dibantu bagaimana solusinya?" kemudian teman-temannya berkata "Maksudnya tanggal 5 sudah koma pak!" Hehehe... Itu ternyata maksudnya 5 koma... Dalam ilmu apapun ada yang namanya perencanaan termasuk dalam hal mengelola gaji. Istilah kerennya adalah budgeting yaitu bagaimana membuat balancing antara pemasukan dengan pengeluaran. Dalam kasus gaji 5 koma biasanya problemnya bukan di gaji yang diterima tetapi bagaimana mengelola gaji yang diterima. Pada konsep budgeting ada 4 pos besar yaitu tabungan, rutin bulanan keluarga, pribadi dan cicilan utang. Nah ternyata usut punya usut mengapa gaji 5 koma karena pos untuk pribadi seperti rokok saja sudah memakan jatah
kaya vs miskin

Meramal Nasib Dalam Hitungan Detik

Kalau saat ini ada seseorang datang dan menghampiri anda, kemudian memberikan uang tunai sejumlah 10 juta rupiah. Orang tersebut kemudian berkata kepada anda habiskan uang itu dalam 1 hari. Nah sekarang imaginasikan kalau uang tersebut sudah di tangan anda, mau anda gunakan untuk apa ? Ayo habiskan ! Kalau belum habis ? Pikirkan lagi mau digunakan untuk apa ? Sudah Habis ? Kalau belum pikirkan lagi mau digunakan untuk apa. Masih belum habis ? Pikirkan lebih keras lagi mau digunakan untuk apa. Sekarang pastikan uang tersebut sudah anda habiskan semuanya. Terus bagaimana hubungannya dengan nasib ? Ternyata nasib akan tergantung dengan yang namanya pilihan. Bicara pilihan tentang uang hanya ada 2 pola yaitu memilih untuk membuat nilai uang semakin banyak atau pilihan untuk menghabiskan uang. Sekarang
Utang

Asal Usul Utang

Utang itu sesuatu yang sebenarnya tidak baik secara finansial tetapi koq malah disukai ya. Hehehe. Bahkan banyak dijumpai kerusakan ekonomi karyawan itu disebabkan oleh utang. Nah sebelum bicara utang yuk kita bahas tentang kebiasaan dulu. Apa sih kebiasaan atau habit itu ? Dalam dunia hipnosis yang juga saya geluti kebiasaan itu dapat saja didefinikan sebagai gejala hipnosis yaitu sesuatu hal yang sama yang dilakukan dengan cara yang sama secara berulang-ulang. Bahayanya kalau sudah menjadi kebiasaan maka otak akan bekerja secara reflek tanpa perlu berpikir lebih dalam. Misalkan dalam hal sikat gigi setiap pagi merupakan aktifitas reflek yang diperintahkan oleh otak kita tanpa kita sadari. Balik lagi ke utang ? Menurut saya utang ini menjadi masalah karena sudah menjadi sebuah kebiasaan,

Perbandingan Investasi Saham dan Emas

Pilihan investasi itu sangat banyak, yang paling populer itu adalah logam mulia emas, yang paling besar returnnya ada saham, kemudian ada properti yang nyaris tidak pernah turun dan ada reksadana yang sangat terjangkau dan tanpa perlu banyak mikir. Mana yang terbaik ? Menurut saya semuanya baik dan ada prinsip don’t put all your egg into one basket.

Mau tahu lebih detail tentang perbandingan invetasi saham dan emas ? Silakan masuk ke tulisan saya di kompasiana ya. Silakan masuk ke sini.

Financial Checkup

Yuk Financial Check Up

Seperti halnya kesehatan fisik yang harus dicheck up secara berkala demikian juga halnya dengan kesehatan dompet kita juga perlu dicheck. Dalam banyak teori ditemukan berbagai macam cara untuk mengecek kesehatan keuangan seseorang dan secara simple-nya ada 3 hal utama yang perlu anda periksa yaitu : 1. Jumlah uang di tabungan, standar yang saya gunakan untuk karyawan adalah minimal 2 kali pengeluaran setiap bulannya sedangkan untuk self employee minimal 6 kali. Tabungan ini suka disebut dengan istilah likuiditas atau dana darurat. Ayo poin 1 ini anda normal atau abnormal ? 2. Kebiasaan menabung secara rutin, standarnya minimal 10% dari setiap income yang didapat. Ayo poin 2 ini anda normal atau abnormal ? 3. Jumlah cicilan hutang per bulan, standarnya tidak lebih dari 30% dari penghasilan
menabung vs utang

Gaji dan Utang

Ayo kita tes sederhana dengan menjawab  pertanyaan di bawah ini ya :

Pertama coba bandingkan gaji anda sekarang dengan 1 tahun lalu, besar mana ? Kalau dibandingkan dengan 3 tahun lalu ? 5 tahun lalu ? 10 tahun lalu ?

Sekarang yang kedua coba bandingkan utang anda sekarang dengan 1 tahun lalu, besar mana ? Kalau dibandingkan dengan 3 tahun lalu ? 5 tahun lalu ? 10 tahun lalu ?

Hahaha, rata-rata pasti menjawab gaji semakin besar dari tahun ke tahun demikian juga dengan utang juga semakin besar. Ibarat dalam sirkuit gaji dan utang saling beradu cepat. Mana  yang lebih cepat larinya ? Gaji atau utang ?

Yuk bikin solusi supaya dari tahun ke tahun gaji makin bertambah dan utang dari tahun ke tahun harus semakin berkurang.

Salah Kaprah Asuransi Unit Link

Salah Kaprah Asuransi Unit Link

Dalam banyak referensi perencanaan keuangan salah satu item yang harus dimiliki adalah asuransi. Dalam perkembangan tahun ke tahun ternyata asuransi ini semakin populer tapi sayang tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup tentang dunia asuransi ini yang berakibat banyak yang salah beli. Bahkan Aidil Akbar bilang kalau 9 dari 10 pemilik asuransi itu salah beli. Saya setuju sekali apalagi kalau yang dibeli adalah asuransi berjenis unit link, rata-rata yang saya jumpai itu salah beli semuanya. Prinsip asuransi adalah memindahkan risiko pribadi atau keluarga ke perusahaan asuransi dengan cara menyisihkan sedikit penghasilan atau keuntungan bisnis anda untuk mendapatkan perlindungan aset dan keluarga yang sangat besar hingga jutaan atau miliaran rupiah. Uang yang anda sisihkan itu disebut
Investasi Sejak Dini

Mindset Keuangan dan Investasi Sejak Dini

Minggu lalu saya mengisi training Financial Motivation “Smart Money Management” untuk Kompas Gramedia di Surabaya. Mau tahu bagaimana liputannya ? Simak tulisan reporter harian Surya dengan topik ubah mindset, mulailah investasi sejak dini. Lengkapnya silakan klik di sini.

Panduan Praktis Perencanaan Keuangan dan Asuransi

Wow sudah lama juga nih saya tidak menulis artikel lagi di sini. Dalam beberapa bulan ini sejak keliling Indonesia untuk memberikan training Employee Smart Money Management akhirnya muncul sebuah ide untuk memberikan training hanya dalam waktu 5-10 menit saja untuk menjelaskan konsep perencanaan keuangan sederhana kepada peserta training. Dan akhirnya berhasil memunculkan panduan praktis perencanaan keuangan sebagai berikut : Ok, sekarang bagaimana membacanya ? Gampang saja mari lihat berdasarkan fase kehidupan seseorang. Phase - Kelahiran & Balita, pada fase ini seseorang masih sangat begantung pada orang lain dan pada fase ini seseorang cukup dibekali dengan asuransi kesehatan oleh orang tuanya. Ingat ya asuransi kesehatan, bukan asuransi jiwa atau unit link. Phase - Sekolah,