Mau Enak ? Yuk Siapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Siapkan dana pendidikan anak, artikel ini ditulis dan dipublikasikan pertama kali untuk majalah kanak-kanak edisi Agustus 2012 (@MajalahKanak2)

Seorang Ibu berkata “stress saya setiap mendekati bulan Juni”. Lalu saya bertanya “Kenapa stres bu ?” dan sang Ibu pun menjawab “Iya stress memikirkan uang buat masuk sekolah anak yang tinggi banget”.

Itulah sebuah realitas yang dialami oleh tidak hanya 1 orang tua tetapi begitu banyak orang tua yang ada di Indonesia ini. Tapi wajar loh mereka stress soalnya memang biaya pendidikan di Indonesia ini tergolong tinggi dan yang lebih mengejutkan sebenarnya inflasi atau kenaikan biaya pendidikan dapat mencapai 20% per tahunnya. Waduh padahal kenaikan gaji aja gak pernah sampe 20% per tahunnya. Hehehe… Lalu gimana dong ?

Tenang semua ada solusinya koq selama anda tahu caranya dan melakukannya sejak dini. Prinsip semua perencanaan keuangan apalagi untuk pendidikan anak adalah melakukannya sejak dini dan menempatkan uang anda pada instrumen investasi yang tepat. Instrumen investasi itu apa ya ? Instrumen investasi itu adalah wadah dimana kita menempatkan uang kita agar dapat terus bertumbuh menjadi lebih banyak. Misalkan tabungan di bank, deposito, obligasi, emas, properti, reksadana, atau saham. Setiap jenis instrumen investasi memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda mulai dari yang kecil hingga yang tinggi. Tetapi satu hal yang harus diingat dalam investasi adalah high return high risk artinya semakin tinggi pertumbuhannya maka semakin besar risikonya. Untuk pemula sebenarnya instrumen investasi yang direkomendasikan adalah reksadana karena relatif aman dan dapat dilakukan dengan mudah, murah serta tanpa perlu banyak mikir.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Memang untuk menghitung kebutuhan biaya pendidikan diperlukan rumus-rumus dan kalkulator tetapi untuk mempermudah ilustrasi maka saya buatkan sebuah contoh sederhana untuk kita semua tentang pentingnya persiapan dana pendidikan anak sejak dini.

Misalkan saat ini biaya masuk untuk uang pangkal SD di sekolah unggulan seharga 20 juta dengan kenaikan harga per tahun sebesar 15% maka sebagai orang tua anda dapat mempersiapkan dana pendidikan untuk anak dengan melakukan investasi secara rutin setiap bulannya dengan besaran sebagai berikut :

Perhitungan di atas menggunakan asumsi anak masuk SD di usia 6 tahun dan menggunakan instrumen investasi yang relatif aman di reksadana pasar uang, pendapatan tetap dan campuran.

Apa makna yang dapat dipetik dari ilustrasi hitung-hitungan di atas ? Ya kalau kita siapkan dana pendidikan anak sejak dini maka akan semakin kecil dana yang kita perlu sisihkan setiap bulannya.

Lalu pertanyaannya sudahkah kita menyadari tentang pentingnya perencanaan keuangan keluarga dan sudahkah kita mulai mempersiapkan dana untuk pendidikan anak kita sejak dini ?

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan "Nasibmu di Dompetmu" dan "Secangkir Cerdas Finansial". Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply