Tentang Investasi Reksadana

Reksadana saham, katanya investasi yang menguntungkan tapi tahukah apa itu reksadana dan apa itu reksadana saham ? Artikel kali ini akan membahas secara lengkap tentang investasi khususnya investasi di dunia reksadana yang dikutip dari buku saya yang berjudul Nasibmu di Dompetmu.

Nasibmu di DompetmuSejak zaman dahulu kala kita selalu diajarkan untuk menabung. Saya masih ingat sewaktu kecil saya mempunyai tabungan dalam bentuk celengan tanah liat yang berbentung ayam. Setiap dapat uang saya sisihkan sebagian dan masukkan ke dalam celengan tersebut. Kemudian pada saat mau liburan sekolah maka celengan ayam itu akan menjadi korban alias dipecahkan dan diambil isinya. Rasanya senang sekali ketika membuka celengan tersebut.

Kemudian pada saat saya sekolah di kelas 5 SD saya diajarkan oleh guru saya untuk menabung di bank, maka sayapun pergi ke bank dan mulailah saya menabung di sana. Saat ini hampir semua orang yang hidupnya di kota mempunyai tabungan. Tetapi tahukah berapa bunga tabungan yang anda dapatkan setiap tahunnya ?

Donny : Paling hanya sekitar 1-2 % saja per tahunnya !

Benar yang dikatakan oleh Donny bahwa untuk tabungan paling yang kita dapatkan bunga per tahun hanya sekitar 2% saja. Bagaimana kalau deposito ?

Donny : Harusnya bisa lebih tinggi dari tabungan, mungkin sekitar 5-7% saja netto setiap tahunnya.

Yap benar juga, sekarang coba bandingkan dengan tingkat inflasi di Indonesia. Bagaimana hasilnya ? Apakah tabungan dan deposito kita lebih unggul dibandingkan dengan inflasi atau kenaikan harga setiap tahunnya ?

Susan : Ya tidak sebandinglah khan inflasi di Indonesia sekitar 10% per tahun. Hehehehe

Kalau harga-harga setiap tahun naik sebesar 10% dan pendapatan bunga tabungan atau deposito kita di bank hanya 1-7% maka artinya apa ?

Susan : Lebih besar pasak dari pada tiang.

Ya apa yang dikatakan oleh Susan itu benar artinya pertumbuhan uang kita kalah cepat dengan kenaikan harga yang terjadi setiap tahunnya. Kalau ini kita biarkan terus apa yang terjadi ?

Joy : Makin lama kita makin miskin pak.

Maka saat ini menabung di bank saja menjadi tidak cukup dan anda perlu menabung dengan cara baru yang lebih pintar yang dikenal dengan istilah investasi. Instrumen investasi itu sangat banyak sekali antara lain logam mulia emas, saham, properti dan reksadana. Pada kesempatan ini kita hanya akan mengulas investasi yang mudah, murah dan tanpa perlu banyak mikir yaitu investasi reksadana.

Joy : Kalau investasi khan ada risiko yang tinggi pak ?

Nah ini yang penting juga yaitu tentang risiko. Jawabannya ya investasi apapun pasti mengandung risiko. Yang nyaris tanpa risiko itu memang hanya tabungan dan deposito karena ada penjaminan dari LPS alias Lembaga Penjaminan Simpanan. Sekarang anda punya 2 pilihan yaitu : menabung yang nyaris tanpa risiko tapi jangka panjang anda tambah miskin karena kalah dengan inflasi atau anda ambil risiko untuk memastikan hidup anda di masa depan menjadi lebih baik. Ayo pilih mana ?

Franky : Wah ini sih pilihan susah ibarat makan buah simalakama. Hehehe. Tapi kayaknya lebih baik berani ambil risiko deh.

reksadana saham high risk high returnYa sekarang ini sebenarnya nyaris tidak ada pilihan selain berani mengambil risiko, maka kalau anda mau berinvestasi yang harus anda pahami pertama kali adalah bagaimana mengelola risiko yang akan kita hadapi. Semakin mampu anda mengelola risiko maka dampak buruk menjadi semakin kecil dan manfaat yang anda akan dapatkan akan semakin besar. Secara umum ada 3 prinsip investasi dan risiko itu adalah :

1. Semakin tinggi pertumbuhan suatu investasi maka risiko yang dihadapi juga makin tinggi atau dikenal dengan istilah high return – high risk

2. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin kecil risiko yang akan dia hadapi atau nanti kita kenal dengan istilah high return – high knowledge – low risk

3. Jangan tempatkan investasi dalam 1 jenis instrumen saja atau dikenal dengan istilah diversifikasi.

So yuk kita dapatkan dulu ilmunya baru mulai melakukan investasi. Sekarang kita mulai belajar sedikit tentang investasi reksadana ya sekaligus bagaimana mengelola risikonya.

Investasi Reksadana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap & Pasar Uang

Pertama kali kita belajar prinsip dan filosofi investasi reksadana dulu ya. Kalau seandainya saya mempunyai uang sebesar 1 juta sedangkan Joy mempunyai uang sebesar 1 miliar dan kami pergi ke bank untuk didepositokan maka bank akan berani memberi suku bunga yang lebih tinggi kepada saya atau Joy ?

David : Ya pasti Joy-lah karena duit yang mau dia tempatkan lebih besar.

Sekarang bagaimana caranya kalau saya hanya mempunyai uang 1 juta tetapi ingin mendapatkan bunga yang setara dengan 1 miliar ?

Susan : Dikumpulin saja ramai ramai dengan yang mau ikut deposito hingga terkumpul 1 miliar setelah itu baru didepositokan dan bunganya dibagi sesuai dengan prosentasi yang dikumpulkan.

Tepat sekali cara berpikir Susan. Lembaga yang melakukan pengumpulan dana itulah nanti akan dikenal dengan istilah Manager Investasi di dalam reksadana. Meskipun namanya Manager Investasi tetapi ini bukan perorangan tetapi sebuah lembaga keuangan yang diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan atau kita kenal dengan singkatan OJK.

Kalau menurut Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Portofolio efek yang dimaksud di sini adalah instrumen investasi yang digunakan oleh Manager Investasi setelah menerima dana yang terkumpul dari masyarakat. Penempatan portofolio efek oleh Manager Investasi ini antara lain adalah :

  1. Deposito yang selanjutnya disebut dengan jenis reksadana pasar uang
  2. Obligasi yang selanjutnya disebut dengan jenis reksadana pendapatan tetap
  3. Saham yang selanjutnya disebut dengan jenis reksadana saham
  4. Campuran (deposito, obilagasi dan saham) selanjutnya disebut dengan jenis reksadana campuran

Berikut adalah target pertumbuhan investasi reksadana rata-rata per tahun yang sering dijadikan sebagai sebuah referensi dalam perhitungan perencanaan keuangan.

  • Reksadana Pasar Uang : 6-7 %
  • Reksadana Pendapatan Tetap : 8-10%
  • Reksadana Campuran : 10-15%
  • Reksadana Saham : 20-25%

Perlu dicatat nih hasil di atas bukan pertumbuhan tiap tahun tetapi pertumbuhan rata-rata dalam jangka waktu tertentu. Misalkan reksadana saham pertumbuhan 20-25% itu adalah pertumbuhan rata-rata untuk investasi di atas 10 tahun. Detailnya lihat di bawah ya.

Joy : Wow pertumbuhan investasi reksadana saham 25% itu sangat menggiurkan.

Iya tapi ingat prinsip investasi itu adalah high return high risk, nah supaya low risk minimal knowledge yang harus anda pahami adalah bagaimana mengelola risiko ini dengan mengatur tenggat waktu tujuan investasi dengan ketentuan sebagai berikut :

Investasi Reksadana Saham

Untuk anda yang masih usia produktif di bawah 50 tahun dapat menggunakan kategori agresif dari tabel di atas.

David : Oh ternyata investasi reksadana saham itu baru boleh kita beli kalau untuk investasi jangka panjang ya pak supaya mendapatkan pertumbuhan 20-25% per tahun?

Ya untuk jangka panjang supaya kita mampu mengurangi risiko penurunan harga dan sekali lagi ingat 20-25% itu bukan tiap tahun tetapi rata-rata pertumbuhan kalau kita investasinya di atas 10 tahun.

Henny : Oke pak noted. Sekarang bagaimana caranya kalau kita mau membeli dan investasi reksadana ini ?

Untuk membeli dan investasi reksadana dapat dilakukan melalui 2 buah cara yaitu melalui Manager Investasi secara langsung atau melalui agen penjual reksadana seperti bank. Untuk kemudahan berinvestasi khususnya buat anda yang bukan tinggal di Jakarta lebih mudah membeli reksadana melalui agen dibandingkan dengan melalui reksadana secara langsung.

Henny : Berapa modal awal yang harus disetorkan untuk investasi reksadana ini ?

Sangat tergantung kepada masing-masing produk dan Manager Investasi yang mengelolahnya, berdasarkan data yang saya miliki saat ini di tahun 2014 rata-rata investasi awal di reksadana memerlukan dana sekitar 100 hingga 500 ribu rupiah dan bagusnya reksadana ini dapat anda beli secara rutin menggunakan sistem autodebet. Dengan sistem ini maka setiap bulan bank agen penjual akan memotong sejumlah uang anda untuk dibelikan dengan reksadana yang sudah anda tentukan. Untuk investasi rutin ini anda hanya memerlukan dana sekitar 100 ribu rupiah saja setiap bulannya.

Donny : Bagaimana mengetahui keuntungan yang kita dapatkan dari investasi reksadana ini ?

Sebelum bicara keuntungan saya akan menjelaskan terlebih dahulu bahwa reksadana yang kita beli nanti dalam bentuk satuan yang dinamakan Unit atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV). Satuan NAB atau NAV ini analoginya sama dengan satuan gram di emas. Sehingga keuntungan dan kerugian investasi di reksadana ini dapat diketahui dengan melihat pergerakan harga NAB-nya.

Setiap kali reksadana itu dijual pertama kali maka harga NAB-nya adalah seribu rupiah dan selanjutnya dapat naik ataupun turun sesuai dengan kondisi pasar. Berikut saya berikan sebuah contoh pergerakan harga NAB sebuah reksadana saham.

Reksadana Saham - Grafik InvestasiPerhatikan pada saat dijual pertama kali di November 2007 harga NAB-nya adalah seribu kemudian sekitar Oktober 2008 harga tinggal sekitar 380 rupiah kemudian beranjak naik lagi hingga di November 2014 berada di sekitar angka 1950 rupiah per unit NAB-nya.

Henny : Apakah investasi reksadana itu dapat dicairkan setiap saat ?

Ya anda dapat cairkan kapan saja tetapi itu bukan prinsip investasi dimana investasi harus fokus pada tujuan misalkan untuk biaya kuliah anak yang diperlukan 15 tahun ke depan maka seharusnya reksadana itu dicairkan di tahun ke-15 bukan di tahun ke 2, 5 atau 10.

Henny : Kalau ada keperluan darurat gimana ?

Nah ini khan yang kita bicarakan contohnya untuk pendidikan anak maka dalam mindset kita bahwa uang itu hanya dikhususkan untuk dana pendidikan di 15 tahun mendatang bukan untuk kebutuhan yang lainnya. Untuk kebutuhan lainnya termasuk kebutuhan darurat kita dapat gunakan dana darurat yang dimiliki.

David : Pak di bagian awal katanya estimasi pertumbuhan investasi reksadana saham itu 20-25% per tahun tapi koq dengan grafik contoh di atas sepertinya jauh dari angka tersebut ?

Wow David ini orangnya sangat analitis sekali, benar sekali apa yang dikatakan oleh David bahwa pertumbuhan investasi reksadana saham tersebut tidak mencapai rata-rata 20-25% per tahun dan bahkan hanya mencapai sekitar 10% rata-rata per tahunnya sejak diluncurkan. Mengapa ini terjadi ? Karena reksadana saham ini usianya baru sekitar 7 tahun dan mengalami penurunan cukup tajam di tahun 2008 dan 2012.

Ingat ya referensi kita mengatakan bahwa return 20-25% itu untuk investasi di atas 10 tahun loh. Kalau baru berusia sekitar 5 tahun estimasi saya hanya sekitar 15% dan ternyata itu pun tidak tercapai. Inilah salah satu yang namanya risiko di reksadana yaitu pertumbuhan tidak sesuai dengan estimasi kita.

Joy : Gimana caranya supaya dapat sesuai dengan estimasi ?

Gampang yaitu tambah knowledge aja. Hahaha. Nanti ya kita bahas tentang analisis teknikal dan bagaimana membaca trend perkembangan pasar modal dan reksadana sehingga kita dapat mengantisipasi setiap terjadi trend penurunan harga. Sekarang yang basic saja dulu.

Bagaimana sekarang kalau kita lihat reksadana saham yang usianya sudah 10 tahun seperti berikut ini :

Reksadana Saham - Investasi Jangka Panjang

David : Kayaknya sampai tuh 25% pak. Itu ada grafik hitam dan abu-abu maksudnya apa ya ?

Benar kalau dihitung rata-rata pertumbuhan investasi reksadana saham tersebut sejak diluncurkan tahun 2003 hingga 2014 ini sekitar 24% per tahunnya. Kemudian mengenai adanya 2 grafik hitam dan abu-abu adalah pertanyaan yang cemerlang dari David.

Reksadana saham itu bagus atau tidak harus ada pembanding dan yang biasa saya gunakan ada 2 yaitu : pertama kinerja saat ini dibandingkan dengan kinerjanya di 1-5 tahun ke belakang dan kedua dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau rata-rata pertumbuhan seluruh saham di Indonesia.

Nah grafik di atas itu menunjukkan perbandingan yang kedua dimana reksadana saham tersebut dibandingkan dengan IHSG atau JCI (Jakarta Composite Index). Reksadana saham dapat dikatakan bagus kalau dapat melampaui rata-rata IHSG dan kedua jenis reksadana saham tersebut ternyata melebihi rata-rata IHSG artinya termasuk kategori bagus.

Henny : Wah ternyata reksadana itu ada yang bagus dan ada yang jelek juga ya ?

Ya sama dengan anda beli mangga apakah semuanya pasti bagus ? Tidak bukan kadang ada saja 1 atau 2 yang kurang bagus meskipun dari pohon yang sama. Saat ini tahun 2014 ada sekitar 77 Manager Investasi di Indonesia dengan 972 produk reksadana.

Henny : Wow buanyak sekali ada 972, lalu mana yang bagus yang dapat kita beli nih ?

Silakan analisis sendiri dengan 2 cara perbandingan di atas dengan melihat laporan bulanan masing-masing produk yang dikenal dengan istilah fund fact sheet (FFS). Silakan googling saja FFS tersebut atau hubungi bank agen penjual reksadana atau perencana keuangan anda untuk menjelaskan lebih detail dan memberikan alternatif yang terbaik untuk anda.

Joy : Apakah  dengan memahami analisis teknikal seperti disebutkan di atas dapat membuat pertumbuhan investasi reksadana saham kita lebih tinggi lagi bahkan melebihi 25% dari asumsi yang digunakan ?

Ya benar sekali maka saya sering mengatakan investasi itu modal utamanya bukan uang tetapi pengetahuan, semakin besar pengetahuan seseorang maka hasil yang dia dapatkan akan menjadi jauh lebih besar sesuai dengan prinsip high return high risk tapi kalau high knowledge akan menjadi low risk.

Henny : Wah jadi tertarik nih pingin langsung investasi reksadana ! Hehehe

Eeiit tunggu dulu tidak boleh langsung beli saja tapi musti tahu dulu tujuannya apa dan berapa lama sehingga dapat ditentukan jenis reksadana apa yang paling cocok apakah pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau reksadana saham.

Joy : Pak pertanyaan terakhir nih tentang investasi reksadana, nanti apa yang menjadi bukti kepemilikan kita di reksadana ?

Setiap transaksi yang anda lakukan maka anda akan mendapatkan 2 buah informasi yaitu pertama dari bank agen penjual berupa bukti bahwa uang anda telah didebet sejumlah nilai tertentu untuk dibelikan reksadana dan kedua dari Bank Kustodian melalui Manager Investasi sebagai bukti pembelian reksadana yang telah diproses pembeliannya. Secara rutin bank agen penjual dan Manager Investasi akan memberikan laporan perkembangan harga unit reksadana yang anda miliki dan dari laporan inilah anda dapat mengetahui posisi uang anda di investasi reksadana apakah sedang mengalami kenaikan atau penurunan.

Franky : Nambah pertanyaan Pak, kalau penarikannya bagaimana ?

Kalau untuk penarikannya silakan datang ke bank agen penjual reksadana dimana tempat anda membeli reksadana tersebut dengan membawa buku tabungan beserta identitas diri anda seperti menarik tabungan pada umumnya. Flow prosesnya kerjanya kurang lebih sama dengan proses pembelian dan membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari untuk sampai uang tersebut cair ke rekening tabungan anda. Lama proses ini berbeda-beda antara satu Manager Investasi dengan Manager Investasi lainnya.

Henny : Wah repot juga ya harus bolak balik ke bank dong ?

Iya, kalau mau lebih simple sekarang juga sudah ada beberapa agen penjual reksdana secara online tanpa perlu datang ke bank. Anda dapat membeli dan menjual reksadana anda dengan mudah melalui jari anda yang terhubung ke komputer dan internet.

Franky : Apakah ada biaya khusus untuk pembelian ataupun penjualan kembali investasi reksadana ini ?

Ada yang dikenakan biaya tetapi ada juga yang tidak tergantung kepada masing-masing kebijakan Manager Investasi tetapi kalaupun kena biaya hanya sekitar 0,5-2% dari nilai transaksi yang anda lakukan. Untuk lebih jelasnya silakan anda dapat menghubungi Manager Investasi atau agen penjual reksadana atau melalui website mereka masing-masing.

Nah anda sudah cukup memahami tentang investasi reksadana, sekarang mari kita buat kesimpulan mengapa investasi di reksadana ini dikatakan mudah, murah dan tanpa perlu banyak mikir.

1. Dikelola oleh manajemen profesional

Anda tidak perlu memikirkan jenis investasi apa yang menguntungkan saat ini karena semua sudah dikelola oleh Manager Investasi yang secara keilmuan memang memiliki keahlian dalam hal investasi. Anda cukup mempercayakan uang anda dikelola oleh mereka untuk mendapatkan hasil investasi yang paling optimal.

2. Diversifikasi investasi

Dalam reksadana instrumen investasi yang dikelola oleh Manager Investasi akan dibagi-bagi dalam berbagai jenis portofolio, misalkan untuk reksadana saham maka uang anda tidak dikelola di 1 portofolio saham saja tetapi puluhan saham sehingga apabila ada saham yang turun tidak selalu otomatis membuat nilai reksadana anda juga turun.

3. Transparansi informasi

Anda dapat mengetahui dan memonitor perkembangan harga nilai aktivas bersih (NAB) reksadana anda setiap hari melalui media cetak maupun media internet.

4. Likuiditas yang cukup tinggi

Anda dapat mencairkan reksadana setiap saat dan hanya perlu waktu tunggu tidak lebih dari 7 hari kerja untuk memastikan uang sudah masuk kembali ke tabungan anda.

5. Biaya rendah dan harga terjangkau

Untuk memulai investasi reksadana hanya dibutuhkan modal awal sekitar 100 ribu hingga 500 ribu rupiah dan untuk pembelian rutin bulanan bahkan dapat dilakukan dengan biaya mulai dari 100 ribu per bulan. Kemudian secara biaya transaksi juga sangat rendah hanya sekitar 0,5-2% bahkan tidak sedikit Manager Investasi yang memberikan biaya secara gratis.

Selain kelebihan maka ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi ketika anda melakukan investasi reksadana antara lain :

1. Keuntungan tidak dijamin

Anda harus menyadari bahwa dengan investasi reksadana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pertumbuhan atau keuntungan yang pasti karena pertumbuhan reksadana sangat dipengaruhi oleh faktor :

  • global, regional atau perkembangan ekonomi nasional;
  • kebijakan pemerintah atau kondisi politik;
  • pergerakan suku bunga secara umum;
  • sentimen investor yang luas, dan
  • guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)

2. Risiko efek

Risiko efek ini antara lain Manager Investasi keliru dalam memilih dan menempatkan obligasi atau saham dimana perusahaan penerbit obligasi tersebut mengalami gagal bayar atau perusahaan penerbit saham tersebut mengalami kesulitan likuiditas atau bahkan kebangkrutan.

3. Risiko likuiditas

Potensi risiko likuiditas ini bisa terjadi apabila para pemegang reksadana pada salah satu Manajer Investasi melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Akibatnya pembayaran ke nasabah dapat menjadi tertunda atau lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan.

4. Risiko Manager Investasi

Kinerja setiap reksadana sangat bergantung antara lain pada pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik investasi yang diterapkan oleh Manager Investasi. Setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak pada kinerja reksadana sehingga akan merugikan nasabah.

Nah anda saat ini anda sudah memahami apa itu investasi reksadana, yuk mulai melakukan investasi.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk inhouse training Karyawan Produktif itu Cerdas Finansial silakan hubungi INSAN people academy di 021.290.22.551 atau langsung hubungi Andreas Hartono di 0811.128.338