Pilih Investasi Reksadana Saham Atau Saham ?

Pilih investasi reksadana saham atau saham ya yang lebih enak? Yuk kita bahas dalam artikel kali ini. Saya tidak akan menjelaskan secara teori dasar apa itu reksadana saham dan saham ya, silakan anda bisa search saja banyak sekali artikel saya tentang reksadana dan saham di blog ini. Sebagai pembanding saya akan menggunakan reksadana dari 3 perusahaan Manager Investasi terbesar seperti Schroder, BNP Paribas dan Mandiri Manajemen Investasi. Sedangkan untuk saham saya menggunakan saham perbankan saja seperti Bank Mandiri, BRI dan BCA. Oh ya konsep yang digunakan adalah investasi ya bukan trading. Yang belum tahu apa bedanya silakan akses ke sini ya. Yuk kita mulai supaya tidak bingung mau pilih investasi reksadana saham atau saham.

Faktor Kemudahan Untuk Dipelajari

Secara mekanisme transaksi saham jauh lebih ringkas dibandingkan dengan reksadana dimana saham anda cukup tahu apa itu yang namanya broker atau sekuritas sedangkan dalam reksadana anda harus tahu yang namanya Manager Investasi, Bank Kustodian dan agen penjual reksadana. Kalau mau belajar investasi untuk pemula terus terang menjelaskan apa itu reksadana akan jauh lebih ribet dibandingkan dengan menjelaskan apa itu saham. Misalkan saja kalau saya sebut Bank Mandiri, BRI, BCA, Telkom, Indofood semua orang pasti tahu, tapi kalau saya menyebut nama perusahaan Manager Investasi seperti Schroder, BNP Paribas, Mandiri Manajemen Investasi, Manulife Asset Management semua rata-rata geleng-geleng kepala dan berkata itu perusahaan apa ya ? Hehehe. Nah jadi dalam hal kemudahan untuk dipelajari dan dipahami maka reksadana kalah dengan saham sehingga score babak pertama menjadi 0-1 untuk investasi saham.

Faktor Risiko Investasi

Dalam investasi maka faktor risiko pasti akan ada tergantung berapa besar kecilnya risiko tersebut. Kalau kita lihat dari data secara umum sebenarnya risiko investasi reksadana dan saham nyaris hampir sama. Artinya kalau market lagi turun maka mau saham ataupun reksadana saham biasanya akan kompak ikut-ikutan turun. Nah memang dalam reksadana saham ada sedikit kelebihan dimana perusahaan Manager Investasi akan membelikan berbagai macam jenis saham dalam portofolio investasinya. Jadi misalkan saja anda membeli saham Bank BCA kemudian reksadana saham anda juga salah satu portofolionya adalah Bank BCA, maka apa yang terjadi kalau Bank BCA dilikuidasi ? Untuk urusan saham anda pasti tanpa ampun akan amblas lalu bagaimana dengan reksadana saham yang ada portofolio Bank BCA nya ? Pasti ikut amblas juga tetapi tentu tidak akan separah saham single BCA anda karena dia masih punya portofolio saham lainnya.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Nah kalau demikian kita dapat mengatakan bahwa risiko investasi saham sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana sehingga kita kasih score babak kedua ini menjadi 1-1 ya.

Faktor Modal Investasi

Pemerintah dari tahun ke tahun berupaya untuk membuat modal investasi baik di saham ataupun reksadana semakin kecil dan semakin kecil. Saat ini ukuran membeli saham adalah 1 lot yang artinya 100 lembar saham sedangkan reksadana dianjurkan supaya bisa dijual dengan harga 100 ribu sekali transaksi. Dalam hal ini reksadana lebih baik dari sisi modal investasi bukan ? Bayangkan 100 ribu sudah bisa investasi loh, itu setara 2 cangkir kopi di resto kopi yang terkenal. Hehehe. Kalau saham besaran nilai investasi sangat tergantung pada harga per lembarnya, biasanya semakin lama sebuah saham melantai di bursa harganya semakin mahal. Sebut saja misalkan saham Bank Mandiri, BRI dan BCA saat ini dijual 1 lembar sekitar 13-14 ribu yang artinya sekali beli perlu modal 1,3-1,4 juta. Kemudian contoh lain saham Telkom seharga 3.800 per lembar atau 380 ribu per 1 lot untuk sekali beli atau saham Kalbe Farma seharga 1.500 per lembar atau 150 ribu untuk sekali beli 1 lot.

Nah siapa yang menang ? Dalam hal modal investasi reksadana saham sementara unggul sehingga score babak ketiga menjadi 2-1 untuk keunggulan reksadana saham.

Faktor Hasil Investasi

Nah kalau ini radah susah untuk membandingkan, tetapi kalau berdasarkan data dalam 5-10 tahun terakhir ini saham-saham perusahaan besar seperti Bank Mandiri, BRI dan BCA sedikit unggul dibandingkan dengan reksadana saham dari perusahaan Manager Investasi yang besar seperti Schroder, BNP Paribas atau Mandiri. Data detailnya silakan bisa coba bandingkan dengan menggunakan aplikasi yang ada di bloomberg. Jadi siapa yang unggul dalam hasil investasi, meskipun akan banyak pro dan kontra terpaksa saya putuskan versi saya bahwa saham perusahaan-perusahaan besar hasil pertumbuhannya lebih baik dibandingkan dengan reksadana saham. Berapa jadinya score akhir ? Ternyata 2-2 alias seimbang.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Pilih investasi reksadana saham atau saham summaryKesimpulan

Nah dari 4 faktor kriteria di atas maka antara pilih investasi reksadana saham atau saham hasilnya seimbang dimana saham masih lebih unggul dalam hal kemudahan untuk dipelajari dan hasil investasi sedangkan reksadana saham unggul dalam hal modal investasi dan risiko yang lebih kecil. Jadi sebenarnya anda mau pilih reksadana saham ataupun saham silakan saja disesuaikan dengan mana yang lebih anda percaya. Kunci dari investasi adalah keyakinan anda dan konsistensi dari investasi yang anda lakukan. Selamat berinvestasi.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CHt, CI, CFP
Mindset & Financial Motivator

Leave a Reply