Artikel ini melanjutnya artikel sebelumnya tentang “piye kabare enak jamanku toh ?” yang bisa diakses di sini.

Mari kita lihat kembali kebenaran Heraklitos yang mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini mengalami perubahan dari sisi kultur kehidupan manusia. Pada ratusan atau ribuan tahun yang lalu kita mengenal ada zaman berburu, kemudian zaman bertani, zaman industri dan saat ini disebut dengan zaman teknologi informasi.

Pada zaman berburu, kehidupan manusia sangat sederhana sehingga kemampuan berpikir pun juga diperlukan serba sederhana saja. Pada zaman berburu konsepnya adalah harus segera dihabiskan artinya ketika mereka mendapatkan hasil buruan maka saat ini juga harus segera dimakan dan dihabiskan. Kenapa harus habis karena zaman dahulu tidak ada kulkas khan sehingga hasil buruan kalau tidak dihabiskan segera pasti akan membusuk. Jadi pada zaman itu memang konsep menabung belum ada bukan ? Prinsipnya hari ini dapat sesuatu maka hari ini juga harus segera dihabiskan.

Kemudian zaman berubah dari berburu menjadi bertani, nah pada zaman ini situasi menjadi sedikit lebih rumit karena pada zaman bertani ada proses menunggu yang harus dilewati selama sekian bulan atau sekian tahun. Akibatnya pada zaman ini manusia harus menggunakan kemampuan berpikirnya lebih tinggi dibandingkan zaman berburu dan pada zaman inilah konsep menabung mulai ada yang kita kenal dengan lumbung-lumbung padi.

Lanjut ke zaman industri, dimana proses menunggu lebih singkat dan muncullah konsep menabung yang lebih maju dengan adanya bank sebagai media untuk menabung dan memberikan kredit untuk masyarakat. Pada zaman ini manusia dituntut untuk berpikir lebih kompleks lagi karena muncul unsur bisnis yang bernama ‘bunga bank’.

Dan sekarang kita masuk pada zaman teknologi informasi, dimana pada zaman ini manusia dituntut untuk jauh lebih pintar dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya karena pada zaman ini semua serba virtual termasuk uangpun menjadi virtual wujud peredarannya. Sebagai contoh kepemilikan saham sebuah perusahaan go public yang kita miliki sebagai bukti hanyalah selembar kertas atau secarik tulisan di sebuah layar komputer.

Nah sekarang yuk kita bandingkan perubahan zaman dengan cara berpikir kita sebagai manusia dan dari sinilah kita akhirnya sadar bahwa hidup kita ternyata tidak nyambung dengan perubahan zaman akibatnya kita berkata zaman dulu lebih enak dibandingkan dengan zaman sekarang. Silakan anda jawab pertanyaan berikut ini untuk mengetahui level cara berpikir anda !

Apakah anda rutin menabung setiap kali anda mendapatkan penghasilan ?

Kalau jawaban anda tidak maka level berpikir anda masih pada zaman berburu, dimana berapapun penghasilan anda langsung anda habiskan dengan cepat. Hehehe sama khan dengan zaman berburu.

Kalau jawaban anda ya rutin menabung maka pertanyaan berikutnya adalah dimana anda menabung ?

Kalau anda menabung di celengan maka level cara berpikir anda masih pada zaman agraria alias zaman bertani. Anda menabung 1 juta ya jadinya tetap 1 juta, seperti sebuah lumbung padi bukan ?

Kalau anda selama ini menabung di bank maka level berpikir anda berada pada zaman industri dan ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan zaman berburu dan bertani. Tetapi ingat loh sekarang kita berada di zaman teknologi informasi sehingga sebenarnya menabung di bank sudah menjadi tidak terlalu relevan pada zaman ini. Mengapa ? Karena pertumbuhan uang anda di bank sangat kecil dibandingkan dengan laju inflasi setiap tahunnya.

Lalu bagaimana cara berpikiri kita di zaman teknologi informasi ini ? Ya mau tidak mau harus lebih advance lagi yaitu tidak hanya menabung tetapi juga mulai melakukan yang namanya investasi. Tuhan memberikan alat yang tepat untuk setiap zamannya, dimana saat ini Tuhan telah membuat alat-alat yang diperlukan untuk kita gunakan di zaman teknologi informasi ini seperti misalnya obligasi, reksadana dan saham.

Wah ternyata artikel kali ini panjang juga ya. Hehehe. Nah sekarang terjawab khan yang menjadi masalah itu zamannya atau kemampuan berpikir kita yang tidak sejalan dengan perubahan zaman ini.

Andreas Hartono
Financial Mindset Motivator

Leave a Reply