Membaca Trend Saham Dengan Mudah

Membaca trend saham itu penting sekali loh buat anda para investor sehingga anda bisa tahu kemana uang anda akan mengarah apakah menjadi lebih banyak atau cenderung menjadi lebih sedikit. Saham secara return memang lebih menggiurkan dibandingkan dengan produk investasi lainnya tetapi dibalik hal yang menggiurkan tersebut juga tersirat risiko yang juga paling tinggi. Dalam dunia investasi dikenal istilah high return high risk. Tapi saya yakin pasti banyak yang tidak mau khan high risk high return pasti maunya low risk high return. Hehehe. Memangnya bisa low risk high return ? Jawabannya bisa dengan 1 syarat yaitu anda sebagai investor harus high knowledge. Bahkan saya percaya semakin high knowledge seseorang maka risiko akan turun secara otomatis.

Nah untuk menjadi high knowledge maka anda perlu tahu bagaimana cara melakukan analisis pergerakan harga saham di masa mendatang. Gimana caranya ? Pertama bisa menggunakan analisis fundamental dan kedua analisis teknikal. Analisis fundamental adalah sebuah analisis yang dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi fundamental sebuah perusahaan saat ini sehingga bisa diprediksi kecenderungan trend di masa mendatang. Fundamental ini samalah dengan istilah fondasi dalam bangunan. Semakin bagus fondasinya maka semakin kuat sebuah rumah menghadapi berbagai bencana dan semakin tinggi sebuah bagunan dapat dibangun. Analisis fundamental ini menggunakan data yang namanya laporan keuangan dengan melihat berbagai macam rasio-rasio dari laporan keuangan tersebut.

Lalu analisis teknikal tidak melihat kepada kondisi fundamental tetapi lebih melihat trend pergerakan harga saham di masa lalu untuk dibuatkan sebuah prediksi di masa mendatang. Saya sendiri lebih pada aliran teknikal dalam melalukan sebuah investasi ataupun trading saham. Dengan analisis teknikal anda tidak perlu membaca laporan keuangan yang cukup jelimet tetapi anda hanya perlu membaca sebuah grafik dengan beberapa garis-garis saja. Nah dalam analisis teknikal ini ada begitu banyak alat yang digunakan tetapi saya akan menjelaskan yang paling sederhana saja tetapi dapat dikatakan sangat powerful. Apa itu ? Moving average.

Moving average kalau diartikan dari namanya saja dapat diartikan sebagai rata-rata pergerakan. Pergerakan apa ? Ya pergerakan harga saham dong khan saham yang mau kita analisis. Hehehe. Dengan memahami moving average ini maka anda dapat membaca trend saham dengan mudah sekali. Nih contoh dulu biar gampang.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Misalkan data pergerakan saham dalam 5 hari sebagai berikut :

Hari ke-1 : 100
Hari ke-2 : 150
Hari ke-3 : 200
Hari ke-4 : 100
Hari ke-5 : 150

Maka rata-rata dalam 5 hari terakhir adalah = (100+150+200+100+150)/5 = 140

Kalau hari ke-6 : 200 maka rata-rata dalam 5 hari terakhir adalah = (150+200+100+150+200)/5 =  160

Dan seterusnya.

Kalau dengan 2 data tersebut maka kita akan mendapatkan 2 buah grafik yaitu grafik utama pergerakan harga saham dan grafik tambahan yaitu rata-rata harga saham dalam 5 hari terakhir. Sampai sini mudah khan dipahami ?

Rata-rata harga saham dalam 5 hari terakhir dikenal dengan namanya MA5 alias Moving Average 5 hari.

Sekarang yuk balik ke judul “membaca trend saham dengan mudah”. Untuk melakukannya kita tentu perlu gambar grafik dari harga saham plus dengan 2 buah moving average yaitu MA50 dan MA150. Apa artinya ? Ya kita akan melakukan analisis grafik utama dengan bantuan 2 grafik tambahan yaitu rata-rata harga saham dalam 50 hari terakhir dan rata-rata saham dalam 150 hari terakhir.

Bagaimana kira-kira hasilnya ? Oh ya karena kita mau membaca trend saham maka yang kita analisis adalah harga saham gabungan yang biasa kita kenal dengan IHSG atau Composite. Nih dia grafiknya yang saya ambil untuk data 10 tahun terakhir dari 2006 ke 2016.

Membaca Trend Saham Dengan Mudah

Kalau ini grafik harga saham plus dengan MA50 dan MA150.

Membaca Trend Saham Dengan Mudah

Sebelum kita analisis hasilnya lebih lanjut, kita pahami dulu kalau yang namanya saham itu hanya ada 3 pergerakan saja yaitu pergerakan uptrend (cenderung naik), downtrend (cenderung turun) dan sideways (mendatar atau  cenderung stagnan).

Analisis untuk membaca trend saham dengan mudah

Pertama, coba imaginasikan ada orang yang bobot badannya 50 kg kemudian ada orang kedua yang bobotnya 150 kg. Apa yang terjadi kalau orang yang 50 kg ditimpah oleh orang yang 150 kg ? Kira-kira ini kabar baik atau kabar buruk ? Rasanya kabar buruk ya karena bakalan remuk tuh orang yang beratnya 50 kg. Hehehe. Nah jadi kalau kondisi grafik yang kita buat tadi bila MA150 berada di atas MA50 maka dapat diartikan dalam kondisi yang kurang baik alias kondisi cenderung dalam keadaan downtrend.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Kedua, masih dengan imaginasi di atas bagaimana kalau orang yang bobotnya 150 kg ditimbah oleh orang yang bobotnya 50 kg ?  Harusnya gak terlalu masalah ya sehingga kalau garfik MA50 berada di atas MA150 maka kondisi cenderung dalam posisi uptrend.

Ketiga, MA50 dan MA150 saling bersingungan dalam waktu yang relatif dekat, nah kalau ini berarti kondisi pasar saham sedang dalam keadaan sideways. Untuk sideways pada ujungnya akan berakhir dengan kemungkinan uptrend atau downtrend. Jadi ibarat anak sekarang kondisinya lagi galau bingung mau uptrend atau downtrend. Hehehe.

Yuk lihat grafiknya sekarang sekali lagi.

Membaca Trend Saham Dengan Mudah

Untuk semakin mempermudah anda untuk membaca grafik di atas saya sudah buatkan beberapa warna yaitu panah hijau dimana grafik MA50 berada di atas MA150 yang artinya cenderung uptrend, kemudian yang panah merah grafik MA50 berada di bawah MA150 yang artinya cenderung downtrend dan yang panah abu-abu yang dapat kita kategorikan sebagai kondisi yang sedang cenderung sideways.

Nah sekarang sudah tahu khan bagaimana membaca trend saham dengan mudah ? Coba lihat saat ini di November 2016 bagaimana kondisi saham kita ? Yes benar dalam kondisi uptrend.

Anda sudah pintar untuk membaca trend  saham, sekarang waktunya untuk memulai investasi.

Catatan : grafik di atas menggunakan data dari Indopremier, kalau anda mau yang gratisan bisa menggunakan Chart Nexus tetapi hanya diberikan data 3 tahun terakhir saja.

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk anda yang ingin mengundang Andreas Hartono, CFP untuk memberikan training perencanaan keuangan “9 Kebiasaan Efektif Mengelola Keuangan Bagi Karyawan” silakan hubungi Andreas-Hartono & Associates di 0811.929.365 (Office) atau 0811.128.338 (Andreas Hartono)

Leave a Reply