Utang itu sesuatu yang sebenarnya tidak baik secara finansial tetapi koq malah disukai ya. Hehehe. Bahkan banyak dijumpai kerusakan ekonomi karyawan itu disebabkan oleh utang. Nah sebelum bicara utang yuk kita bahas tentang kebiasaan dulu.

Apa sih kebiasaan atau habit itu ? Dalam dunia hipnosis yang juga saya geluti kebiasaan itu dapat saja didefinikan sebagai gejala hipnosis yaitu sesuatu hal yang sama yang dilakukan dengan cara yang sama secara berulang-ulang. Bahayanya kalau sudah menjadi kebiasaan maka otak akan bekerja secara reflek tanpa perlu berpikir lebih dalam. Misalkan dalam hal sikat gigi setiap pagi merupakan aktifitas reflek yang diperintahkan oleh otak kita tanpa kita sadari.

Balik lagi ke utang ? Menurut saya utang ini menjadi masalah karena sudah menjadi sebuah kebiasaan, sehingga apapun dilakukan dengan cara utang. Coba perhatikan utang itu sangat mudah loh untuk mendapatkannya dan akhirnya menjadikan itu sebuah kebiasaan. Misalkan banyak perusahaan yang memberikan pinjaman kepada karyawan dengan mudahnya, kartu kredit, KTA, koperasi, warteg, utang barang elektronik modal KTP, dll.

Yang lebih berbahaya lagi dengan kemudahan utang ini akan melemahkan kebiasaan yang baik yaitu menabung. Akhirnya utang menjadi sama seperti sikat gigi yang dilakukan secara reflek dan bahkan kalau tidak berutang dalam membeli barang koq rasanya menjadi tidak afdol ya seperti halnya tidak sikat gigi. Hehehe.

So mari hindari jebakan utang dengan memutus rantai kebiasaan utang, mulai dari stop berutang, beli barang sesuai kebutuhan dan menabung sebelum membeli barang sebelum memiliki uangnya. Next kita bicara tentang jenis utang dan dosis utang ya.

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply