Ada seorang peserta training dengan level staff mengangkat tangannya di kelas dan berbagi pengalaman. Dia berkata “Gajiku 5 koma mohon dibantu bagaimana solusinya?” kemudian teman-temannya berkata “Maksudnya tanggal 5 sudah koma pak!” Hehehe… Itu ternyata maksudnya 5 koma…

Dalam ilmu apapun ada yang namanya perencanaan termasuk dalam hal mengelola gaji. Istilah kerennya adalah budgeting yaitu bagaimana membuat balancing antara pemasukan dengan pengeluaran.

Dalam kasus gaji 5 koma biasanya problemnya bukan di gaji yang diterima tetapi bagaimana mengelola gaji yang diterima. Pada konsep budgeting ada 4 pos besar yaitu tabungan, rutin bulanan keluarga, pribadi dan cicilan utang. Nah ternyata usut punya usut mengapa gaji 5 koma karena pos untuk pribadi seperti rokok saja sudah memakan jatah sekitar 20% dan cicilan utang 40-50%, akibatnya belum apa-apa pasti sudah koma.

Bicara normalnya harusnya sebagai berikut tabungan 10%, rutin bulanan keluarga 40%, pribadi 20% dan cicilan utang 30%. Untuk anda yang ingin mencoba membuat anggaran silakan formnya bisa di ambil di www.mengelolakeuangan.com di bagian download.

Ayo yang merasa gajinya 5 koma dicek dulu di pos mana sakitnya baru dicarikan solusinya yang paling tepat.

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan “Nasibmu di Dompetmu” dan “Secangkir Cerdas Finansial”. Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

Leave a Reply