Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sekolah

Dana pendidikan anak sekolah kadang membuat pusing orangtua bahkan ada sebuah lelucon yang bisa jadi ada unsur kebenarannya yaitu setiap bulan Mei sampai dengan Juli katanya penjualan paracetamol meningkat karena banyak orangtua yang pusing dengan dana pendidikan anak sekolah. Hehehe. Apakah anda juga mengalaminya ?

Dana Pendidikan Anak Sekolah

Artikel saya kali ini akan membicarakan bagaimana kita mempersiapkan dana pendidikan anak sekolah sejak dini, kita akan gunakan ilmu perencanaan keuangan yang meliputi konsep nilai uang, inflasi dan investasi. Untuk mempermudah dalam proses perhitungan secara matematisnya silakan anda dapat menggunakan kalkulator perencanaan keuangan versi Android yang dapat anda download di Google Playstore melalui link di bawah ini.

Untuk mempersiapan dana pendidikan anak sekolah kita akan membutuhkan beberapa data yang meliputi :

  1. Berapa biaya pendidikan yang diperlukan saat ini, nanti kita akan sebut ini dengan istilah present value
  2. Berapa kenaikan biaya dana pendidikan anak sekolah tersebut setiap tahunnya, nanti kita akan sebut ini dengan yang namanya faktor inflasi
  3. Berapa lama waktu yang anda miliki untuk mempersiapkan dana tersebut, nanti kita akan sebut dengan faktor lama investasi

Jadi simple khan data awal yang kita perlukan untuk menghitung dana pendidikan anak sekolah kita. Untuk mendapatkan data poin nomor 1 sangatlah mudah setiap sekolah pasti memiliki data ini apalagi kalau anda ingin anaknya sekolah di luar negeri maka pihak broker atau konsultan pendidikan luar negeri pasti akan menjelaskan berapa biaya yang akan anda perlukan.

Oh ya untuk poin nomor 1 apabila digunakan untuk dana pendidikan kuliah usahakan kita menghitungnya secara keseluruhan biaya mulai dari uang masuk hingga lulus dan dapat dipertimbangkan juga total biaya lainnya seperti biaya hidup, akomodasi, transportasi, dll untuk yang akan kuliah di luar kota atau luar negeri.

Untuk poin nomor 2 tentang inflasi biaya pendidikan akan didapatkan data yang cukup valid apabila anda memiliki histori setidaknya total biaya selama 5 tahun terakhir sehingga kita dapat hitung berapa kenaikan rata-rata biaya pendidikan tersebut setiap tahunnya. Untuk menghitung ini anda juga dapat menggunakan kalkulator perencanaan keuangan yang sudah anda download di atas pada bagian kalkulator bunga compounding.

Contoh Menghitung Dana Pendidikan Anak Sekolah

Mari kita mulai, misalkan Pak Hen saat ini memiliki anak usia 1 tahun dan beliau ingin mempersiapkan dana pendidikan anaknya untuk kuliah nanti. Jika usia kuliah adalah 17 tahun maka Pak Hen mempunyai waktu untuk investasi selama 16 tahun dan ini menjadi data kita untuk poin nomor 3 di atas.

Pak Hen melakukan survei di salah satu universitas swasta di Jakarta secara online dan dia mendapatkan data bahwa biaya kuliah untuk Fakultas Management tahun 2016 total biaya kuliah yang diperlukan mulai dari uang masuk hingga lulus adalah sekitar sebesar 140 juta. Nilai inilah yang akan menjadi data kita untuk poin nomor 1.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Untuk kenaikan biaya kuliah setelah dihitung oleh Pak Hen selama 5 tahun ternyata setiap tahun rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar 7%. Angka ini menjadi data kita untuk poin nomor 2.

Yuk kita kumpulkan datanya :

  1. Total biaya kuliah saat ini 140 juta
  2. Kenaikan biaya kuliah rata-rata per tahun 7%
  3. Lama investasi untuk anak Pak Hen adalah 16 tahun

Setelah data awal kita miliki berikutnya adalah menentukan produk investasi apa yang akan dipilih oleh Pak Hen untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sekolah nya. Banyak produk investasi yang dapat dipilih dan biasanya untuk pemula saya menyarankan menggunakan produk investasi reksadana dengan modal awal 100 ribuan saja. Silakan anda bisa banyak artikel saya tentang reksadana di website ini.

Untuk mengurangi faktor risiko reksadana maka yang paling simpel adalah menggunakan aturan tenggat waktu investasi dengan ketentuan sebagai berikut :

Reksadana Dana Pendidikan Anak Sekolah

Kalau melihat tabel di atas maka rekomendasi untuk Pak Hen adalah reksadana jenis saham karena waktu investasi yang dimiliki oleh Pak Hen berada di atas 10 tahun. Berapa asumsi pertumbuhan reksadana saham ini untuk investasi di atas 10 tahun ? Dari data yang saya miliki kita dapat menggunakan nilai pertumbuhan investasi rata-rata per tahun sekitar 20%. Datanya silakan bisa lihat di sini

Nah sekarang kita tinggal masukkan data tersebut ke dalam kalkulator perencanaan keuangan pada menu kalkulator investasi. Hasilnya sebagai berikut :

Kalkulator Dana Pendikan Anak Sekolah

Total biaya uang kuliah yang saat ini seharga 140 juta nilainya akan berubah menjadi sekitar 413 juta di 16 tahun mendatang dengan adanya kenaikan harga sekitar 7% per tahun. Kemudian kita juga akan mendapatkan hasil besar investasi yang harus dilakukan oleh Pak Hen dengan asumsi pertumbuhan investasi rata-rata sebesar 20% adalah sebagai berikut :

  1. Investasi secara bulanan sebesar sekitar 300 ribu per bulan
  2. Investasi secara tahunan sebesar 4,7 juta per tahun
  3. Investasi sekaligus saat ini sekitar 22 juta

Jadi untuk mendapatkan hasil investasi sekitar 413 juta di 16 tahun mendatang, Pak Hen memiliki 3 alternatif periode investasi apakah mau secara bulanan, tahunan atau sekaligus. Saran saya untuk awal-awal yang baru mengenal produk investasi khususnya reksadana gunakan saja investasi secara bulanan yang hanya sekitar 300 ribu saja. Murah bukan ? Hehehe

Memastikan Tersedianya Dana Pendidikan Anak Sekolah

Setelah menghitung kebutuhan dana pendidikan anak sekolah di atas maka tahapan berikutnya yang harus dilakukan oleh Pak Hen untuk memastikan dana tersebut benar-benar tersedia adalah sebagai berikut :

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Pertama, cari reksadana saham yang akan dipilih sebagai instrumen investasinya kemudian membuka account untuk investasi reksadana baik melalui Manager Investasi secara langsung atau melalui bank atau secara online. Untuk bank silakan anda bisa menghubungi Bank Commonwealth, Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, Bank BNI, Bank Permata atau bank lainnya. Pastikan bank tersebut menjual reksadana secara retail dengan harga 100 ribuan untuk sekali investasi. Kemudian kalau anda ke bank tersebut pastikan anda membeli produk reksadana bukan produk unit link. Saya kadang kecewa dengan beberapa bank di atas dimana klien saya datang untuk membeli reksadana tetapi malah ditawarkan produk unit link. Ingat unit link itu tujuan utamanya adalah untuk asuransi dan bukan untuk investasi.

Maka untuk membeli yang benar-benar reksadana dan untuk anda yang mempunyai waktu terbatas untuk ke bank dan sudah relatif melek dengan dunia internet ada baiknya anda membuka account investasi reksadana secara online saja dan salah satu rekomendasinya adalah IndoPremier. Dengan sistem online ini anda bisa beli kapan saja dan dimana saja.

Kedua, proteksi orangtua yang memberikan nafkah atau mempersiapkan dana pendidikan anak sekolah tersebut dengan asuransi jiwa dengan masa perlindungan selama 16 tahun dengan uang pertanggungan jiwa sebesar 413 juta. Mengapa 413 juta ? Karena uang inilah yang dibutuhkan Pak Hen untuk biaya kuliah anaknya di 16 tahun mendatang. Dalam hal ini yang akan diasuransikan jiwanya adalah Pak Hen sebesar 413 juta dan bukan anaknya ya. Catat nih yang beli unit link sering salah kaprah yang benar itu beli asuransi jiwa untuk orang tuanya dan bukan anaknya yang diasuransikan 413 juta.

Untuk produk asuransinya silakan mau beli asuransi tradisional term life atau unit link. Kalau saran saya secara pribadi beli saja asuransi tradisional term life karena untuk uang pertanggungan jiwa sekitar 413 juta ini paling hanya sekitar 100an ribu saja per bulan untuk biaya preminya. Asuransi jiwa yang dimiliki oleh Pak Hen inilah sebenarnya esensi dari asuransi jiwa pendidikan yang sebenarnya, jadi ada atau tidak ada Pak Hen anaknya tetap bisa kuliah di 16 tahun mendatang.

Gimana sudah cukup jelas ? Kalau belum silakan yuk kita diskusi saja secara online melalui email atau melalui form konsultasi yang ada pada bagian menu client area dari website www.mengelolakeuangan.com

Salam Cerdas Finansial,

Andreas Hartono, CFP
Mindset & Financial Motivator

Untuk kebutuhan inhouse training motivasi perencanaan keuangan “Karyawan Produktif itu Cerdas Finansial” silakan dapat menghubungi Andreas-Hartono Academy di 021.4060.9000 atau langsung ke Andreas Hartono di 0811.128.338

Andreas Hartono adalah seorang Mindset & Financial Motivator dan penulis 2 buah buku perencanaan keuangan "Nasibmu di Dompetmu" dan "Secangkir Cerdas Finansial". Andreas Hartono telah memberikan training kepada ratusan perusahaan dengan puluhan ribu alumni.

3 COMMENTS

  1. “Kalau saran saya secara pribadi beli saja asuransi tradisional term life karena untuk uang pertanggungan jiwa sekitar 413 juta ini paling hanya sekitar 100an ribu saja per bulan untuk biaya preminya”.

    Boleh tau nama produknya apa pak, karena saya cek ke beberapa perusahaan dan produk semuanya di atas premi tsb. Tentu info ini sangat membantu saya dan keluarga. Tks

Leave a Reply