Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

Belajar investasi saham untuk pemula berbeda dengan para profesional meskipun pada kenyataannya yang mengaku profesional pun sebenarnya adalah pemula. Hehehe. Investasi saham itu adalah sebuah instrumen investasi yang memiliki risiko fluktuasi yang sangat tinggi sehingga sebelum anda memulainya lebih baik anda mengikuti artikel belajar investasi saham untuk pemula berikut ini.

Bagi anda yang mempunyai dana “nganggur” dan mencari investasi yang dapat memberikan tingkat imbal hasil lebih besar daripada deposito, maka instrumen investasi saham dapat menjadi pilihan.

Saham merupakan jenis efek. Apa itu efek? Dalam bahasa Inggris, sering disebut sebagai securities, yaitu surat-surat berharga. Makanya perusahaan-perusahaan broker saham selalu namanya diakhiri dengan kata “securities”. Ingat itu bukan perusahaan penyedia jasa keamanan satpam, yang juga namanya diakhiri dengan kata yang hampir mirip, “security”.

belajar investasi saham untuk pemula

Mengapa disebut sebagai surat berharga? Karena efek itu mengandung klaim, yaitu klaim suatu nilai uang. Siapapun yang memiliki surat berharga, dapat klaim suatu nilai uang kepada yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Nah, istilah efek bukan diambil dari bahasa Inggris. Jika demikian, maka namanya seharusnya Bursa Sekuritas Indonesia (BSI), tetapi yang benar adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Istilah efek diambil dari bahasa Belanda. Maklum, berdasarkan sejarah, BEI didirikan ketika jaman penjajahan Belanda. Ya benar, BEI itu sudah lebih dari seabad usianya. Pada Desember 1912, BEI dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Nah, karena Belanda yang dirikan, maka BEI kiblatnya ke Belanda, yang pasar modalnya termasuk terbesar di Eropa kala itu.

BEI baru dinikmati benar-benar oleh bangsa Indonesia ketika dibuka kembali, oleh pemerintah Indonesia di 10 Agustus 1977, dibuka oleh Presiden Soeharto. Sejak itu, BEI benar-benar made in Indonesia.

Sebelum namanya menjadi Bursa Efek Indonesia, bursa efek di Indonesia ada dua yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Di tahun 2007, BEJ dan BES melebur menjadi satu yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di tahun 2014 lalu, BEI dinobatkan sebagai bursa efek terbaik di Asia Tenggara oleh Alpha Southeast Asia Magazine. Namun, manisnya “madu” BEI ini belum dinikmati oleh bangsa Indonesia pada umumnya. Berdasarkan data dari BEI per Oktober 2015, rasio investor terhadap total jumlah penduduk untuk Indonesia masih sangat rendah di bawah satu persen, yaitu adalah 0,17%. Angka ini masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina (0,64%), Thailand (1,6%), Malaysia (8,17%), dan Singapura (29,3%). Selain itu, sebagian besar investor di BEI merupakan investor-investor asing.

Ada apa dengan para investor Indonesia? Kemungkinan masalahnya adalah kurangnya pengetahuan tentang investasi saham ini. Seperti kata pepatah, “Tak kenal, maka tak sayang.”. Karena itu, selanjutnya, mari berkenalan dan belajar investasi saham ini.

belajar investasi saham untuk pemula

Sebuah ilustrasi tentang saham

Suatu waktu saya pernah diajak oleh kawan saya untuk buka suatu usaha. Dia mengajak saya untuk ikut menanam modal dan ketika usaha tersebut menghasilkan untung, maka keuntungan tersebut akan dibagi berdasarkan porsi modal yang ditanamkan.

Misalnya, modal bisnis tersebut adalah 100 juta. Jika saya setor modal sebesar 50 juta, maka saya memiliki porsi kepemilikan sebesar 50% dari usaha tersebut. Jika ada keuntungan sebesar 50 juta, maka bagian saya adalah setengahnya, yaitu 25 juta.

Sebagai tanda dari porsi kepemilikan 50% saya di usaha tersebut, kawan saya membuat suatu sertifikat, yang menerangkan bahwa saya memiliki 50 persen dari usaha kawan saya tersebut. Nah, sertifikat tersebut disebut dengan saham.

Selain dengan cara ikut menanam modal dalam bentuk saham, saya dapat juga ambil bagian dalam usaha kawan saya ini dengan cara meminjamkan dia uang.

Perusahaan penerbit surat berharga

Ketika perusahaan menerbitkan surat berharga kepada publik, maka nama perusahaan tersebut akan ditambah lagi inisial Tbk, yang berarti terbuka. Setiap perusahaan Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya diperdagangkan. Perusahaan Tbk sering disebut sebagai emiten.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Apa itu perusahaan publik? Menurut Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan publik adalah perusahaan yang memiliki paling sedikit 300 pemegang saham dan modal yang disetor sekurang-kurangnya 3 milyar rupiah atau sejumlah pemegang saham dan modal yang disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Bagaimana dengan perusahaan non-publik? Apakah bisa diperdagangkan di BEI? Perusahaan non-publik tidak tercatat dan sahamnya tidak diperdagangkan di BEI.

Ada beberapa bentuk perusahaan, diantaranya adalah CV dan PT. Berbeda dengan CV, para pemegang saham di PT, memiliki limited liability, yaitu para pemegang saham hanya memiliki kewajiban sebatas modal yang ditanamkan saja.

Ketika PT mengalami pailit, sehingga seluruh aset PT harus dijual (dilikuidasi), maka para pemegang saham tidak memiliki kewajiban untuk menjual aset-aset pribadinya untuk memenuhi kewajiban-kewajiban PT.

Selain limited liability, para pemegang saham juga hanya memiliki residual claim, ketika PT mengalami pailit. Dengan kata lain, para pemegang saham berada pada prioritas terendah ketika PT mengalami likuidasi akibat pailit. Jika hasil likuidasi masih ada sisa setelah melunasi kewajiban-kewajiban dengan pihak lain seperti karyawan, supplier, dan kreditur, maka para pemegang saham dapat memperoleh sisanya. Dengan kata lain, sesial-sialnya, para pemegang saham tidak mendapatkan kembali modal yang ditanamkannya.

Para pemegang saham adalah pemilik perusahaan. Sebagai pemilik, tentu para pemegang saham dapat berperan untuk mengendalikan manajemen perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Setiap pemegang saham dapat memberikan suara dalam RUPS untuk isu-isu seperti pembagian deviden dan struktur modal perusahaan.

Apa manfaat dari kepemilikan saham?

Para pemegang saham dapat menikmati pendapatan dari kepemilikan saham dalam dua hal, yaitu deviden dan capital gain. Apa dua hal itu?

Deviden adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang melalui RUPS disepakati untuk dibagi-bagikan kepada para pemegang saham. Biasanya deviden dibagikan setahun sekali. Namun, ada juga emiten yang tidak rajin membagi-bagikan deviden.

Capital gain adalah keuntungan dari buy low sell high, beli murah dan jual mahal. Misalnya, Anda membeli saham PT. ABC di harga Rp. 5000/lembar. Beberapa waktu kemudian, Anda menjual saham tersebut di harga Rp. 6000/lembar. Jadi, Anda memiliki capital gain sebesar Rp. 1000/lembar.

belajar investasi saham untuk pemula

Jenis-jenis saham

Nah setelah kita belajar investasi saham yang basic di atas. Sekarang saya akan jelaskan pembagian saham menjadi dua jenis, yaitu saham biasa dan saham preferen. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah natur pembayaran devidennya. Berbeda dengan pemegang saham biasa, pemegang saham preferen menerima deviden dengan jumlah yang tetap setiap tahun.

Selanjutnya, saham biasa dapat dibagi menjadi paling tidak empat jenis, yaitu:

  • Saham blue chips
  • Saham pendapatan
  • Saham pertumbuhan
  • Saham nilai

Saham blue chips adalah saham-saham yang memiliki fundamental yang bagus seperti selalu untung dan rajin bayar deviden. Biasanya saham jenis ini dikeluarkan oleh perusahaan yang merupakan market leader di industrinya.

Saham pendapatan adalah saham-saham yang memberikan porsi besar dari laba bersihnya untuk pembayaran deviden, bahkan lebih besar daripada saham blue chips. Meskipun pembayaran devidennya besar, pertumbuhan laba perusahaan saham pendapatan biasanya lebih rendah dari saham blue chips.

Saham pertumbuhan adalah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak bagi deviden, namun pertumbuhan pendapatannya tinggi. Karena pertumbuhannya tinggi, maka prospek dari perusahaan ini tinggi dan dicerminkan dalam indikator PER (Price Earning Ratio) yang sangat tinggi.

Berbeda dengan saham pertumbuhan, saham nilai memiliki PER yang lebih rendah. Lah kok PER rendah tetap dibeli. Nah, investor-investor yang beli saham ini mempunyai keyakinan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan kembali meningkat, sehingga mereka menikmati kenaikan harga saham yang lebih besar. Investor yang membeli saham ini mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi.

Artikel Rekomendasi :  Membeli Reksadana Di Bank ?

Melihat keempat jenis saham tersebut, maka investor mempunyai pilihan saham. Jika mengincar pendapatan deviden, maka cari saham-saham blue chips dan saham pendapatan. Jika mengincar capital gain, maka cari saham-saham nilai dan saham pertumbuhan.

Sampai di sini gimana ? Cukup gampang khan belajar investasi saham. Hehehe

Bagaimana caranya membeli saham?

belajar investasi saham untuk pemulaAda suatu cerita tentang orang kaya baru, atau OKB. Sepertinya dia agak cerdas untuk mengelola keuangan sehingga dia tidak habiskan kekayaannya tetapi juga ingin dikembangkan melalui investasi saham.

Maka pergilah ia ke Bursa Efek Indonesia. Sesampai di meja resepsionis di lobby utama, dia bertanya kepada petugas dimana dia besi beli saham, sambil menunjuk kopernya yang berisi banyak uang siap untuk dibelanjakan untuk saham.

Bukan seperti itu cara membeli saham.

Berikut adalah beberapa langkah untuk membeli saham:

  • Hubungi perusahaan sekuritas untuk membuka account untuk transaksi saham. Ingat ya bukan perusahaan penyedia jasa keamanan. Pastikan perusahaan sekuritas mempunyai ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini perusahaan sekuritas sudah menggunakan sistem IT sehingga anda akan mendapatkan user id dan password untuk transaksi
  • Melalui perusahaan sekuritas membuka rekening dana nasabah atau dikenal dan disingkat dengan rekening investasi. Rekening ini atas nama pribadi anda dan bukan perusahaan sekuritas dan terpisah dari rekening anda yang lain meskipun di bank yang sama.
  • Setelah rekening investasi jadi, maka anda perlu transfer dana ke rekening tersebut sebagai deposit untuk proses pembelian saham.
  • Setelah deposit atau dana untuk transaksi sudah tersedia maka anda saat ini sudah dapat melakukan proses pembelian saham melalui sistem atau aplikasi yang sudah disiapkan.
  • Selain melalui aplikasi, anda juga dapat minta pialang saham di perusahaan sekuritas tersebut untuk bertransaksi untuk Anda. Pastikan pialang saham tersebut memiliki ijin Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) yang dikeluarkan oleh OJK. Selain melalui pialang saham.
  • Setelah transaksi dilakukan, uang di rekening investasi tersebut akan terpotong sejumlah total transaksi dan saham yang dibeli akan masuk di rekening Anda pada Kustodian Efek Indonesia (KSEI) secara scriptless atau digital. Sejak itu, Anda memiliki saham tersebut.
  • Untuk mengetahui saham yang anda telah miliki dan melihat pertumbuhannya dapat melalui sistem aplikasi yang diberikan oleh perusahaan sekuritas atau melalui website KSEI.

Tips-tips belajar investasi saham & membeli saham

Nah setelah belajar investasi saham, sekarang waktunya untuk beli saham. Nih beberapa tips untuk anda.

  • Pastikan Anda memiliki dana khusus untuk investasi saham. Jangan gunakan dana darurat untuk membeli saham, karena saham merupakan investasi jangka panjang.
  • Tentukan periode investasi saham Anda. Sebaiknya jika Anda berinvestasi saham, periode investasinya tidak kurang dari 10 tahun.
  • Kenali diri Anda. Sejauh mana Anda dapat toleran terhadap naik-turunnya nilai investasi saham Anda. Jika Anda tidak terlalu terima dengan naik-turunnya nilai investasi, maka Anda bisa beli saham-saham blue chips atau saham pendapatan untuk jangka waktu investasi lebih dari 10 tahun.
  • Untuk memaksimalkan keuntungan investasi Anda, belilah saham ketika harganya relatif murah. Bagaimana tahunya? Bandingkan PER dari saham yang hendak Anda beli dengan PER rata-rata industri dimana saham tersebut berada. Jika PER saham lebih rendah dibandingkan rata-rata industrinya, maka harganya relatif murah.
  • Jauhilah saham-saham yang tidak ada pergerakan, alias saham tidur.
  • Monitor pergerakan harga saham yang Anda beli secara berkala, paling tidak setiap kuartal dimana perusahaan merilis laporan keuangannya.

Nah, demikian pengenalan saya tentang belajar investasi saham untuk pemula. Kiranya penjelasan saya ini memperluas cakrawala investasi Anda. Selamat berinvestasi!

Salam Cerdas Finansial,
Ardo Ryan Dwitanto, SE, MSM, CFP®, CFMP

Contact Ardo -> Line ID : ardordwitanto Telegram : @ardordwitanto

1 COMMENT

Leave a Reply